Kamis 08 Oct 2020 17:27 WIB

Trump Ngotot Jalankan Kampanye Pilpres

Trump bertekad untuk melakukan kampanye setelah debat cawapres

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih
Presiden Donald Trump
Foto: AP/Alex Brandon
Presiden Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merencanakan lebih banyak langkah untuk mencoba menghidupkan kembali kampanye pemilihan presiden (pilpres). Dia bertekad untuk melakukan kampanye setelah debat cawapres, meski masih terkurung di Gedung Putih tempat dia menjalani isolasi mandiri karena paparan Covid-19.

Trump dijadwalkan tampil dalam wawancara TV pertamanya sejak mengungkapkan telah tertular Covid-19 pada Jumat pekan lalu. Fox Business Network mengatakan wawancara itu akan disiarkan pada Kamis (8/10) setelah pukul 08.00 waktu setempat.

Baca Juga

Tak sabar kembali ke pertarungan pilpres, Trump telah membatalkan negosiasi dengan Kongres untuk putaran baru stimulus bagi ekonomi yang sedang sakit. Dalam sebuah video, Trump menyatakan bahwa penyakitnya adalah "hadiah dari Tuhan".

Survei nasional menunjukkan Trump berada jauh di belakang Joe Biden menjelang pilpres November. Biden juga menunjukkan keunggulan di negara-negara medan pertempuran yang penting untuk memenangkan Electoral College.

Sementara itu, Trump menghadapi kritik karena meremehkan virus corona baru yang telah menewaskan lebih dari 210 ribu warganya dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan. Bahkan sejak mengungkapkan penyakitnya sendiri pada Jumat pekan lalu, Trump telah meremehkan bahaya penyakit pernapasan dan sempat membuka maskernya. Trump pun dikecam di media sosial karena menyebarkan informasi yang salah tentangnya.

"Saya pikir ini adalah berkah dari Tuhan yang saya tangkap. Ini adalah berkah terselubung," kata Trump dalam video yang diposting ke akun Twitternya pada Rabu. Dia mengatakan penggunaan obat eksperimental dari Regeneron Pharmaceuticals Inc telah memungkinkannya untuk merasakan secara langsung betapa efektifnya itu.

Trump berjanji untuk menyediakan perawatan secara gratis, tetapi tidak mengatakan bagaimana dia akan melakukannya atau siapa yang akan membayar biaya perawatan. AS saat ini melaporkan lebih dari 44 ribu infeksi Covid-19 baru setiap harinya.

Trump belum terlihat di depan umum sejak dia terbang dengan helikopter pada Senin dari Pusat Medis Militer Walter Reed di luar Washington ke Gedung Putih dalam tontonan yang dibuat untuk TV. Terlepas dari penyakitnya, Trump telah mencari cara untuk menyampaikan pesan pemilihannya dan membalap kepemimpinan Biden di negara bagian medan pertempuran.

Dalam sebuah pernyataan, dokter Trump yakni Sean Conley mengatakan Trump tidak memiliki gejala Covid-19 selama 24 jam terakhir. "Dia sekarang bebas demam selama lebih dari empat hari, bebas gejala selama lebih dari 24 jam, dan tidak membutuhkan, atau menerima, oksigen tambahan sejak awal rawat inap," kata Conley.

Di sisi lain Wakil presiden Trump, Mike Pence, dan calon wakil presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris berdebat pada Rabu malam di Salt Lake City. Ini adalah satu-satunya pertarungan mereka menjelang pemilihan 3 November.

"Rakyat Amerika telah menyaksikan kegagalan terbesar dari pemerintahan kepresidenan mana pun dalam sejarah negara kita," kata Harris.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru, yang dilakukan dari Jumat hingga Selasa, mencatat 56 persen orang dewasa AS tidak setuju dengan penanganan Trump terhadap virus corona. Hanya 38 persen yang menyetujui.

Dua pertiga mengatakan mereka percaya Trump bisa menghindari sakit jika dia menangani penyakit itu dengan serius, daripada menghindari penutup wajah dan pedoman jarak sosial.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement