Senin 19 Oct 2020 14:30 WIB

Erdogan Sebut AS Miliki 24 Pangkalan di Suriah

Erdogan mengkritik pihak-pihak yang mempertanyakan peran Turki di kawasan.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Foto: Turkish Presidency via AP, Pool
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, bahwa Amerika Serikat (AS) memiliki 24 pangkalan militer di Suriah. Erdogan menegaskan bahwa Turki akan terus berpihak pada yang tertindas dan keberadaan serta perannya di Suriah, Libya, dan tempat lain di mana pun.

Presiden pun mengkritik siapapun yang mempertanyakan pengaruh Turki di Libya maupun Suriah. "Kami memiliki perbatasan sepanjang 911 kilometer dengan Suriah. Bukankah kita harus mengamankan perbatasan kita?" Mengingat keberadaan kelompok teroris di sepanjang perbatasan Turki-Suriah," ujar Erdogan dikutip laman Hurriyet Daily News, Senin (19/10).

Baca Juga

Dia juga menyinggung keterlibatan AS di Suriah. "Amerika Serikat memiliki 24 pangkalan di Suriah. Bisnis apa yang mungkin mereka miliki di Suriah, 11 ribu kilometer jauhnya dari AS? Selain itu, mereka memasok 3.000 truk yang penuh dengan peralatan dan senjata militer," katanya.

Erdogan mengatakan hal itu sambil mengenang dukungan berkelanjutan Washington kepada milisi Kurdi YPG dalam perang melawan ISIS. Turki menganggap YPG sebagai afiliasi PKK di Suriah. Turki menganggap mereka sebagai kelompok teroris.

Sementara di Libya, Turki mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional. Erdogan mengecam kelompok tentara bayaran Rusia, Grup Wagner karena mendukung Jenderal Khalifa Haftar yang lama mencoba merebut Tripoli dari pasukan GNA. "Kami akan hadir di mana ada penindasan," kata Erdogan.

Turki memberikan bantuan kepada GNA dalam mempertahankan Tripoli melawan pasukan Haftar dan telah membuka jalan bagi terciptanya keseimbangan antara kedua pihak yang bersaing.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement