Kamis 28 Jan 2021 16:43 WIB

Tim WHO di Wuhan Bersiap Selidiki Asal-Usul Covid-19

Tim WHO telah menjalani karantina 14 hari di Wuhan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
 Seorang pekerja dengan penutup pelindung mengarahkan anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada saat kedatangan mereka di bandara di Wuhan di provinsi Hubei China tengah pada Kamis, 14 Januari 2021. Sebuah tim peneliti global tiba Kamis di kota China di mana pandemi virus korona pertama kali terdeteksi untuk melakukan penyelidikan yang sensitif secara politik tentang asal-usulnya di tengah ketidakpastian tentang apakah Beijing mungkin mencoba mencegah penemuan yang memalukan.
Foto: AP/Ng Han Guan
Seorang pekerja dengan penutup pelindung mengarahkan anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada saat kedatangan mereka di bandara di Wuhan di provinsi Hubei China tengah pada Kamis, 14 Januari 2021. Sebuah tim peneliti global tiba Kamis di kota China di mana pandemi virus korona pertama kali terdeteksi untuk melakukan penyelidikan yang sensitif secara politik tentang asal-usulnya di tengah ketidakpastian tentang apakah Beijing mungkin mencoba mencegah penemuan yang memalukan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diutus ke Wuhan, China, untuk menyelidiki asal-usul SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari pada Rabu (27/1). Kini, mereka siap menjalankan misinya.

Berdasarkan laporan Associated Press, tim peneliti WHO telah meninggalkan hotel tempat mereka melakukan karantina pada Kamis (28/1) siang. Mereka pergi menggunakan bus, tapi belum diketahui ke mana tujuannya.

Baca Juga

Pada Desember tahun lalu virolog di Wuhan Institue of Virology (WIV) Profesor Shi Zhengli mengatakan, dirinya siap menyambut segala jenis kunjungan yang bertujuan menyingkap seluk-beluk dan asal-usul SARS-Cov-2 penyebab Covid-19. "Saya secara pribadi akan menyambut segala bentuk kunjungan, berdasarkan dialog yang terbuka, transparan, terpercaya, dapat diandalkan, dan masuk akal. Tapi, rencana spesifik tidak diputuskan oleh saya," kata Profesor Shi, saat menjawab beberapa pertanyaan BBC via surel.

Dia mengaku, telah berkomunikasi dengan pakar-pakar WHO dua kali. "Saya secara pribadi dan dengan jelas menyatakan bahwa saya akan menyambut mereka untuk mengunjungi WIV," ujarnya saat ditanya apakah penyelidikan dapat membantu mengesampingkan spekulasi bahwa Covid-19 muncul akibat adanya kebocoran dari laboratorium.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement