Rabu 09 Jun 2021 14:19 WIB

Melbourne akan Cabut Lockdown Covid-19

Pembatasan perjalanan di Melbourne kemungkinan akan tetap diterapkan

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Seorang wanita menunggu untuk diuji di lab pengujian COVID-19 walkthrough di Heidelberg West, Melbourne, Australia, ilustrasi
Foto: EPA-EFE/ERIK ANDERSON
Seorang wanita menunggu untuk diuji di lab pengujian COVID-19 walkthrough di Heidelberg West, Melbourne, Australia, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA – Kota Melbourne, Australia, akan mencabut penerapan karantina wilayah pada Kamis (10/6) malam waktu setempat. Namun, beberapa pembatasan perjalanan dan pertemuan kemungkinan bakal tetap diterapkan hingga sepekan ke depan.

“Ini hari yang baik, tapi kami tahu ini belum berakhir. Sampai kami memiliki vaksinasi yang tersebar luas di seluruh (Negara Bagian) Victoria dan Australia, virus akan tetap bersama kita,” kata Plt Perdana Menteri Negara Bagian Victoria James Merlino kepada awak media pada Rabu (9/6).

Baca Juga

Merlino mengungkapkan, pelonggaran pembatasan lebih lanjut untuk Melbourne dapat terjadi dalam waktu sepekan, kecuali terjadi lonjakan kasus Covid-19. Pada Rabu, Victoria hanya melaporkan satu kasus baru virus corona. Itu merupakan yang terendah dalam dua pekan terakhir.

Kasus harian di sana tetap berada di satu digit angka selama penerapan lockdown. Semua kasus terkait dengan varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India. Varian tersebut diketahui lebih cepat menular.

Victoria telah menghadapi empat kali lockdown sejak pecahnya pandemi Covid-19. Periode lockdown terlama terjadi pada akhir tahun lalu, yakni lebih dari 100 hari. Warga di sana yang meninggal akibat Covid-19 telah melampaui 800 jiwa atau 90 persen dari jumlah korban nasional.

Sejauh ini, Australia telah secara efektif mengendalikan Covid-19. Hal itu berkait pelacakan dan penguncian cepat serta jarak sosial ketat. Negara tersebut sudah mencatatkan sedikitnya 30.200 kasus dan 910 kematian. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement