Rabu 25 Aug 2021 20:02 WIB

China: AS Politisasi Penyelidikan Asal Covid-19

China justru meminta laboratorium militer AS diselidiki.

 Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia terlihat mengenakan alat pelindung selama kunjungan lapangan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei untuk kunjungan lapangan satu hari lagi di Wuhan di provinsi Hubei China tengah Selasa, 2 Februari 2021. Tim WHO adalah menyelidiki asal-usul pandemi virus corona telah mengunjungi dua pusat pengendalian penyakit di provinsi tersebut.
Foto: AP / Ng Han Guan
Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia terlihat mengenakan alat pelindung selama kunjungan lapangan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei untuk kunjungan lapangan satu hari lagi di Wuhan di provinsi Hubei China tengah Selasa, 2 Februari 2021. Tim WHO adalah menyelidiki asal-usul pandemi virus corona telah mengunjungi dua pusat pengendalian penyakit di provinsi tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China mengkritik politisasi Amerika Serikat dalam upaya menelusuri asal virus Corona. Beijing juga meminta laboratorium militer AS diselidiki.

Kritik itu dilancarkan China pada Rabu sesaat sebelum laporan intelijen AS tentang virus tersebut dikeluarkan. Laporan itu bertujuan untuk menyelesaikan sengketa di antara badan-badan intelijen atas sejumlah teori yang berbeda tentang bagaimana virus itu muncul, termasuk teori yang pernah ditolak soal kebocoran laboratorium China.

Baca Juga

"Mengambinghitamkan China tidak bisa 'memutihkan' AS," kata Fu Cong, direktur jenderal departemen pengendalian senjata Kementerian Luar Negeri China.

Laporan AS itu dijadwalkan selesai sesuai tenggat pada Selasa. Namun diperlukan beberapa hari untuk menyiapkan versi non-rahasia buat publik. Demikian disampaikan sekretaris pers Gedung Putih, pekan ini.

China sebelumnya mengatakan kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin. Negari Tiongkok itu pun telah mengejek teori bahwa virus Corona meloloskan diri dari sebuah lab di kota Wuhan, tempat infeksi Covid-19 muncul pada akhir 2019 dan memicu pandemi.

Sebaliknya China mengatakan virus tersebut menyelinap keluar dari sebuah lab di Fort Dick, Maryland, pada 2019."Wajar jika AS bersikeras bahwa ini adalah hipotesis yang valid, mereka harus melakukan giliran mereka dan mengundang penyelidikan ke dalam lab mereka," kata Fu.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement