Ahad 29 Aug 2021 10:38 WIB

Ribuan Warga Jerman Protes Lockdown Covid-19

Warga Jerman tetap turun ke jalan lakukan aksi protes meski dilarang.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nora Azizah
Warga Jerman tetap turun ke jalan lakukan aksi protes meski dilarang.
Foto: EPA-EFE/FILIP SINGER
Warga Jerman tetap turun ke jalan lakukan aksi protes meski dilarang.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Ribuan orang warga Jerman turun ke jalan memprotes peraturan pembatasan sosial virus korona. Walaupun pemerintah sudah melarang unjuk rasa yang sudah direncanakan itu.

Sabtu (28/8), dilansir dari APNews, Ahad (29/8), polisi melarang sembilan unjuk rasa yang sudah direncanakan. Salah satunya gerakan Querdenker yang berbasis di Stuttgart. Gerakan anti peraturan pembatasan sosial yang paling menonjol di Jerman.

Baca Juga

Demi merespon rencana aksi unjuk rasa lebih dari 2.000 petugas polisi ditempatkan di seluruh kota. Sementara unjuk rasa tandingan yang dinamakan 'Love Train' berusaha mengimbangi dengan musik tekno. Unjuk rasa yang mendukung peraturan pembatasan sosial pemerintah demi menahan laju penyebaran virus itu juga menarik banyak peserta.

Unjuk rasa anti-peraturan pembatasan sosial digelar ketika muncul perdebatan di Jerman tentang bagaimana dan apakah perlu memberlakukan pembatasan sosial bagi masyarakat yang tidak divaksin. Pertanyaan yang semakin perlu dijawab mengingat semakin tingginya kasus infeksi harian.

Demonstrasi serupa pernah digelar di Berlin pada awal Agustus lalu. Unjuk rasa itu berakhir dengan bentrokan dan ratusan orang ditahan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement