Kamis 09 Sep 2021 14:54 WIB

PM Ceko: Tiada Tempat di Eropa untuk Pengungsi Afghanistan

Menurut PM Ceko perlu solusi yang memungkinkan orang untuk tinggal di Afghanistan

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih
Pengungsi dari Afghanistan menunggu untuk terbang ke Amerika Serikat atau lokasi aman lainnya di gerbang keberangkatan darurat di dalam gantungan di Pangkalan Udara AS di Ramstein, Jerman, Rabu, 1 September 2021.
Foto: AP/Markus Schreiber
Pengungsi dari Afghanistan menunggu untuk terbang ke Amerika Serikat atau lokasi aman lainnya di gerbang keberangkatan darurat di dalam gantungan di Pangkalan Udara AS di Ramstein, Jerman, Rabu, 1 September 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, PRAHA – Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis mengatakan tidak ada tempat bagi pengungsi Afghanistan di Uni Eropa. Menurutnya, lebih baik menemukan solusi yang memungkinkan mereka untuk tinggal di Afghanistan.

"Benar-benar tidak ada tempat bagi mereka di Eropa," kata Babis di Kastil Lednice di tenggara Ceko, dikutip laman Euronews, Rabu (8/9).

Baca Juga

Menurut dia, salah satu opsi untuk membendung arus pengungsi Afghanistan adalah dengan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Turki Recey Tayyip Erdogan. Hal itu berkaca pada peran Turki dalam menampung jutaan pengungsi Suriah yang ingin melarikan diri ke Eropa. Ankara bersedia melakukan hal tersebut karena ada kesepakatan berupa imbalan dana dari Uni Eropa.

Namun, Babis menilai menjalin pembicaraan dengan Turki untuk turut membantu menangani arus pengungsi Afghanistan bukan merupakan solusi baik. “Pilihan yang lebih baik adalah solusi yang memungkinkan orang untuk tinggal di Afghanistan,” ujarnya.

Pernyataan Babis terkait pengungsi Afghanistan muncul setelah dia bertemu Kanselir Austria Sebastian Kurz dan Perdana Menteri Slovakia Eduard Heger pada Selasa (7/9). Kurz mengatakan Austria telah mengalokasikan 18 juta euro untuk membantu para pengungsi Afghanistan di negara-negara tetangga Afghanistan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement