Rabu 06 Oct 2021 11:48 WIB

Masyarakat Adat Peru Duduki Pipa Perusahaan Minyak Negara

Sekitar 200 masyarakat pribumi Peru mengambil alih fasilitas stasiun pipa Petroperu

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Ilustrasi kilang minyak. Sekitar 200 masyarakat pribumi Peru mengambil alih fasilitas stasiun pipa Petroperu.
Foto: Reuters/Shamil Zhumatov
Ilustrasi kilang minyak. Sekitar 200 masyarakat pribumi Peru mengambil alih fasilitas stasiun pipa Petroperu.

REPUBLIKA.CO.ID, LIMA -- Sekitar 200 masyarakat pribumi Peru mengambil alih fasilitas stasiun pipa Petroperu, perusahaan energi milik negara. Aksi ini merupakan bagian dari protes masyarakat asli Amazon yang menuntut bantuan ekonomi dan sosial yang lebih baik di daerah tempat tinggal mereka.

Warga distrik Manseriche, Loreto, sebelah utara Peru, menginvasi lima stasiun jalur pipa Peru Utara. Dalam pernyataannya, Petroperu mengatakan aksi ini mendorong mereka berhenti memompa minyak dari stasiun pipa yang diduduki.

Baca Juga

"(Pengunjuk rasa) bertanggung jawab mendirikan tenda dan peralatan lainnya tanpa memperhatikan kondisi keamanan," kata perusahaan tersebut Rabu (6/10).  

Perwakilan dari kelompok masyarakat adat Amazon belum dapat dimintai komentar. Sebelumnya mereka memblokade dan mengambil alih stasiun-stasiun jalur pipa minyak.

Presiden baru Peru yang berasal dari sayap kiri Pedro Castilloa berjanji redistribusi kekayaan alam ke masyarakat adat. Ia juga berjanji memberi kelompok masyarakat pribumi yang selama ini terabaikan, suara yang lebih keras dalam pembangunan ekonomi.

Pipa-pipa minyak yang diduduki memindahkan minyak mentah dari hutan-hutan di sebelah utara Peru ke kilang minyak di pinggir pantai Pasifik. Pada Agustus tahun lalu tiga orang masyarakat pribumi Amazon tewas dibunuh dan 17 lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Peru. Bentrokan dipicu konflik dengan perusahaan minyak PetroTal.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement