Kamis 18 Nov 2021 15:19 WIB

Rusia akan Kirim Citra Satelit Ledakan Pelabuhan Beirut

Badan luar angkasa Rusia akan kirim citra satelit pelabuhan Beirut ke Lebanon

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Sebuah gambar yang diambil dengan drone menunjukkan area pelabuhan yang hancur dalam enam bulan sejak hari ledakan, di Beirut, Lebanon, 03 Februari 2021 (dikeluarkan 04 Februari 2021). Sedikitnya 200 orang tewas, dan lebih dari enam ribu lainnya luka-luka dalam ledakan Beirut yang meluluhlantahkan daerah pelabuhan pada 04 Agustus. Hal ini diyakini disebabkan oleh sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang.
Foto: EPA-EFE / WAEL HAMZEH
Sebuah gambar yang diambil dengan drone menunjukkan area pelabuhan yang hancur dalam enam bulan sejak hari ledakan, di Beirut, Lebanon, 03 Februari 2021 (dikeluarkan 04 Februari 2021). Sedikitnya 200 orang tewas, dan lebih dari enam ribu lainnya luka-luka dalam ledakan Beirut yang meluluhlantahkan daerah pelabuhan pada 04 Agustus. Hal ini diyakini disebabkan oleh sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Badan luar angkasa Rusia Roscosmos akan mengirimi Lebanon citra satelit pelabuhan Beirut sebelum dan sesudah ledakan dahsyat tahun lalu. Hal ini diungkapkan Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin kepada awak media, Rabu (17/11).

Pada Oktober Presiden Lebanon Michel Aoun meminta Rusia untuk memberikan citra satelit tentang peristiwa ledakan 4 Agustus 2020 itu. Insiden tersebut menewaskan lebih dari 215 orang dan melukai ribuan orang lainnya serta menghancurkan sejumlah kawasan di ibu kota Lebanon. Penyelidikan atas insiden itu hingga kini masih berlangsung.

Baca Juga

"Hari ini saya meneken sebuah dokumen beserta gambar yang cukup detail untuk memenuhi permintaan para pemimpin Lebanon," katanya.

Ledakan Beirut menjadi salah satu ledakan non-nuklir terbesar di dunia, sekaligus bencana terparah di negara tersebut saat pemerintah terseret dalam krisis politik dan ekonomi. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan membahas hubungan timbal balik kedua negara bersama mitranya dari Lebanon Abdallah Bou Habib pada 22 November di Moskow, menurut kemenlu Rusia pada Rabu.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement