Ahad 27 Mar 2022 05:20 WIB

China Konfirmasi Seluruh Penumpang Eastern Airlines Meninggal Dunia

Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari lokasi kecelakaan Eastern Airlines.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih
Sejumlah potongan puing pesawat penumpang China Eastern Airlines ditemukan di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan.
Foto: Antara/Xinhua
Sejumlah potongan puing pesawat penumpang China Eastern Airlines ditemukan di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China mengkonfirmasi pada Sabtu (27/3) malam, sebanyak 132 penumpang dan awak di pesawat  Eastern Airlines yang jatuh minggu ini telah meninggal dunia. Seluruh yang ada di pesawat itu dinyatakan tidak selamat. 

Wakil direktur Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) Hu Zhenjiang mengkonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda kehidupan dari lokasi kecelakaan. Sebanyak 123 penumpang dan 9 awak meninggal dunia.

Baca Juga

Penerbangan MU5735 sedang melakukan perjalanan dari barat daya kota Kunming ke kota pelabuhan Guangzhou pada awal pekan ini. Pesawat itu jatuh dari ketinggian di daerah berhutan lebat di wilayah Guangxi.

Tim pencari sebelumnya mengatakan telah mengidentifikasi DNA dari 120 orang di dalamnya. Mereka pun masih mencari black box kedua atau perekam data penerbangan. Namun, Direktur Kantor Keselamatan Penerbangan CAAC Zhu Tao menyatakan sebelumnya,  tim menemukan pemancar lokasi darurat dari pesawat yang dekat dengan tempat black box kedua dipasang. 

Tim juga mencari modul data dari perekam data penerbangan itu sendiri. Black Box lainnya, perekam suara kokpit, ditemukan pada Rabu (23/3/2022) dan telah dikirim ke Beijing untuk diperiksa oleh para ahli.

Tim pencari telah menggali bagian-bagian pesawat di lumpur tebal baik dengan tangan maupun dengan mesin. Tidak ada senyawa penting dari bahan peledak biasa yang terdeteksi di puing-puing kecelakaan. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement