Kamis 01 Sep 2022 10:57 WIB

Israel akan Bangun 1.250 Unit Rumah Baru di Permukiman Gilo

Israel dan perusahaan real estate akan bangun 1.250 unit rumah baru di pemukiman Gilo

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
 Pandangan permukiman Yahudi Tepi Barat
Foto: AP / Oded Balilty
Pandangan permukiman Yahudi Tepi Barat

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Kementerian Perumahan Israel dan dua perusahaan real estate telah mencapai kesepakatan untuk membangun 1.250 unit rumah baru di pemukiman Gilo. Sebagian besar rumah baru itu dibangun di atas tanah Kegubernuran Betlehem.

Menurut Arab48, area permukiman baru itu dikenal sebagai "Gilo Cliffs". Rencana perluasan permukiman mencakup pengembangan jaringan jalan, infrastruktur, area publik, taman, dan area komersial.

Rencana ini juga akan mencakup pembangunan sekelompok bangunan tinggi dan menara perumahan yang terdiri dari 1.250 unit rumah, termasuk 27 bangunan dari 9 hingga 13 lantai. Kementerian Perumahan Israel mengatakan, dua perusahaan real estat yang terlibat yaitu Ken Hathor dan Epsilon.

"Proyek tersebut sedang dalam tahap perencanaan akhir," ujar Kementerian Perumahan Israel, dilansir Middle East Monitor, Kamis (1/9/2022).

Israel membangun permukiman di atas wilayah yang dicaplok dari Palestina dalam perang Timur Tengah 1967. Sebagian besar negara menganggap permukiman yang dibangun Israel adalah ilegal. Namun Israel membantahnya, dengan alasan pemukiman yang dibangun tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah Yahudi yang disebutkan dalam alkitabah.

Menurut perkiraan, terdapat sekitar 650 ribu pemukim yang tinggal di 164 pemukiman ilegal dan 116 pemukim di pemukiman liar di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem. Di bawah hukum internasional, semua pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan dianggap ilegal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement