Senin 24 Oct 2022 06:25 WIB

Menlu Inggris James Cleverly Dukung Boris Johnson Jadi PM

Inggris akan memiliki perdana menteri yang baru setelah Liz Truss mengundurkan diri.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Boris Johnson memberi isyarat saat dia berbicara di luar Downing Street di London, Selasa, 6 September 2022 sebelum menuju ke Balmoral di Skotlandia, di mana dia akan mengumumkan pengunduran dirinya kepada Ratu Elizabeth II dari Inggris. Kemudian pada hari Selasa Liz Truss secara resmi akan menjadi Perdana Menteri baru Inggris setelah audiensi dengan Ratu.
Foto: AP/Frank Augstein
Boris Johnson memberi isyarat saat dia berbicara di luar Downing Street di London, Selasa, 6 September 2022 sebelum menuju ke Balmoral di Skotlandia, di mana dia akan mengumumkan pengunduran dirinya kepada Ratu Elizabeth II dari Inggris. Kemudian pada hari Selasa Liz Truss secara resmi akan menjadi Perdana Menteri baru Inggris setelah audiensi dengan Ratu.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly mendukung Boris Johnson kembali menduduki jabatan perdana menteri. Inggris akan memiliki perdana menteri yang baru setelah Liz Truss mengundurkan diri pekan lalu.

"Saya tahu Boris telah belajar dari masa jabatannya di (Downing Street) Nomor 10 dan akan memastikan fokus pada kebutuhan negeri sejak hari pertama menjabat," kata Cleverly di Twitter, Sabtu (23/10/2022).

Baca Juga

"Saya akan mendukungnya untuk kembali ke jabatan Perdana Menteri," tambahnya.

Sementara mantan Menteri Dalam Negeri Suella Braverman yang mengundurkan diri di hari pertama Truss mundur, mendukung Rishi Sunak sebagai perdana menteri yang baru. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di surat kabar Telegraph.

Sunak sendiri sudah mengkonfirmasi akan maju untuk menjadi pengganti Truss. "Inggris adalah negara hebat tapi kami menghadapi krisis ekonomi yang besar," katanya di Twitter.

"Itulah mengapa saya maju untuk menjadi pemimpin Partai Konservatif dan perdana menteri anda berikutnya," cicit Sunak.

Mantan Menteri Keuangan itu kalah dari Truss dalam persaingan untuk menggantikan Johnson dalam pemilihan Partai Konservatif bulan September lalu. Saat belum resmi mengumumkan akan maju ia sudah mendapatkan lebih banyak dukungan dari lawan-lawannya yakni Johnson dan Penny Mordaunt. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement