Kamis 22 Dec 2022 08:20 WIB

Jerman Kirim Vaksin Covid-19 untuk Warganya yang Tinggal di China 

Vaksin dikirim dalam penerbangan yang mendarat di China pada Rabu.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Pekerja medis dengan alat pelindung mengawal seorang pasien lanjut usia di kursi roda diikuti oleh anggota keluarga saat mereka meninggalkan klinik demam di sebuah rumah sakit di Beijing pada Senin, 19 Desember 2022. Jerman telah mengirimkan sejumlah vaksin Covid-19 BioNTech-Pfizer ke China.
Foto: AP Photo/Andy Wong
Pekerja medis dengan alat pelindung mengawal seorang pasien lanjut usia di kursi roda diikuti oleh anggota keluarga saat mereka meninggalkan klinik demam di sebuah rumah sakit di Beijing pada Senin, 19 Desember 2022. Jerman telah mengirimkan sejumlah vaksin Covid-19 BioNTech-Pfizer ke China.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Jerman telah mengirimkan sejumlah vaksin Covid-19 BioNTech-Pfizer ke China. Vaksin ini akan diberikan kepada warga Jerman yang tinggal di negara tersebut.

Juru bicara Kanselir Olaf Scholz, Steffen Hebestreit, mengatakan, vaksin dikirim dalam penerbangan yang mendarat di China pada Rabu (20/12/2022) waktu setempat. Dia mengatakan, pemerintah China secara resmi memberikan pemberitahuan kepada Berlin dalam nota diplomatik bahwa warga negara Jerman bisa mendapatkan suntikan vaksin yang didatangkan dari luar.

Baca Juga

Sejauh ini, China hanya menyetujui vaksin dalam negeri yang menggunakan teknologi lama. Vaksin ini biasanya terbukti kurang efektif dalam mencegah penyebaran penyakit Covid-19 dibandingkan vaksin BioNTech-Pfizer atau Moderna.

"Sekitar 20.000 warga Jerman di China akan mendapat manfaat dari perjanjian tersebut. Pada saat yang sama, kami berupaya untuk memungkinkan orang asing (lainnya) atau ekspatriat mendapatkan manfaat dari langkah semacam itu," kata Hebestreit.

Sebagai imbalan atas persetujuan China mengizinkan penggunaan vaksin BioNTech-Pfizer secara terbatas, Jerman mengizinkan warga China di Jerman untuk mendapatkan vaksin Sinovac yang belum disetujui di Uni Eropa. Scholz mengatakan, ketika dia mengunjungi Beijing pada awal November, China akan mengizinkan vaksin BioNTech-Pfizer untuk ekspatriat.

"Ini bisa menjadi langkah pertama dan berharap penggunaan vaksin (BioNTech-Pfizer) dapat diperluas ke publik China," ujar Scholz.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement