Senin 06 Mar 2023 14:56 WIB

Perang Azerbaijan-Armenia Kembali Pecah di Nagorno-Karabakh, Lima Orang Tewas

Tiga pejabat Armenia tewas dalam baku tembak Nagorno-Karabakh.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Dalam gambar yang diambil dari rekaman YouTube yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Armenia pada Selasa, 13 September 2022, menunjukkan prajurit Azerbaijan melintasi perbatasan Armenia-Azerbaijan dan mendekati posisi Armenia.
Foto: Armenian Defense Ministry via AP
Dalam gambar yang diambil dari rekaman YouTube yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Armenia pada Selasa, 13 September 2022, menunjukkan prajurit Azerbaijan melintasi perbatasan Armenia-Azerbaijan dan mendekati posisi Armenia.

REPUBLIKA.CO.ID, BAKU -- Perang antara Azerbaijan dan Armenia dalam mempertahankan wilayah yang diklaim masing-masing di Nagorno-Karabakh kembali pecah, setelah gencatan senjata yang sempat terjadi antar dua negara itu. Dikabarkan dua prajurit Azerbaijan dan tiga pejabat Armenia tewas dalam baku tembak di daerah kantong yang diperebutkan tersebut.

Dilansir Aljazirah, pasukan Azerbaijan dan Armenia telah baku tembak di wilayah Nagorno-Karabakh yang diperebutkan di Azerbaijan, menewaskan sedikitnya lima orang. Hal itu dikonfirmasi Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Ahad (5/3/2023), yang mengatakan dua prajuritnya tewas setelah pasukan Azerbaijan menghentikan konvoi yang diduga dari pendukung Armenia yang membawa senjata dari kota utama kawasan itu ke daerah-daerah terpencil.

Baca Juga

Dikatakan konvoi kendaraan itu telah menggunakan jalan yang tidak sah. Kementerian Luar Negeri Armenia mengonfirmasi tiga pejabat dari kementerian dalam negeri Karabakh yang mendukung Armenia tewas. Konvoi itu membawa dokumen dan pistol keperluan dinas, katanya, menepis tuduhan Azerbaijan bahwa senjata dibawa itu untuk kebutuhan yang tidak masuk akal.

Dikatakan versi peristiwa Azerbaijan adalah konvoi itu bagian dari provokasi yang direncanakan sebelumnya dan diinstruksikan oleh pimpinan puncak dari Armenia. Walaupun pihak Armenia menolak tuduhan tersebut.

Kedua negara, Armenia dan Azerbaijan telah terlibat dalam dua perang selama lebih dari 30 tahun, konflik terus berlanjut walaupun kedua negara bekas Soviet itu merdeka. Hal ini dikarenakan Azerbaijan berusaha mengambil alih wilayah kedaulatannya di kantong wilayah Karabakh yang didiami oleh warga etnis dan pendukung Armenia.

Pertempuranpun terjadi untuk menguasai kantong Karabakh yang berpenduduk Armenia, baik Karabakh dan di pihak Azerbaijan juga telah merenggut ribuan nyawa. Gencatan senjata yang rapuh telah berlaku antara kedua negara bertetangga itu sejak perang tahun 2020 yang menewaskan lebih dari 6.500 orang dan memaksa Armenia menyerahkan wilayah yang telah dikuasainya selama beberapa dekade.

Sejak pertengahan Desember, sekelompok aktivis lingkungan Azerbaijan bertindak sendiri dengan memblokir satu-satunya jalan yang menghubungkan Karabakh ke Armenia, koridor Lachin, untuk memprotes apa yang mereka katakan sebagai penambangan ilegal. Namun Yerevan menuduh Baku membuat blokade militer di sana.

Otoritas separatis pro-Armenia menyalahkan baku tembak hari Ahad kemarin pada kelompok sabotase angkatan bersenjata Azerbaijan yang menembaki mobil Departemen Paspor dan Visa polisi. Namun Kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan insiden itu sekali lagi menunjukkan bahwa Azerbaijan perlu membuat pos pemeriksaan yang sesuai di jalan Lachin-Khankendi.

Kementerian luar negeri Armenia mengatakan akan segera mengirim tim pencari fakta internasional ke koridor Lachin dan Nagorno-Karabakh, ini diperlukan untuk menjadi bahan kebutuhan vital dari gencatan senjata selama ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement