Selasa 07 Mar 2023 18:14 WIB

KBRI Jepang Perhatikan Pendidikan Anak WNI

KBRI Jepang dirikan Sekolah Republik Indonesia Tokyo.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama dengan Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, saat bersilaturahim dengan WNI di Jepang.
Foto: istimewa/doc humas
Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama dengan Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, saat bersilaturahim dengan WNI di Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, OSAKA - Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Mikronesia, Heri Akhmadi, mengatakan akan memperhatikan pendidikan anak-anak WNI di Jepang. KBRI mendirikan Sekolah Republik Indonesia Tokyo.

Heri mendampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin menemui sejumlah komunitas warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang. Mereka menggelar pertemuan digelar di Hotel Imperial Osaka, Jepang, Senin (6/3/2023) malam. 

Dalam pertemuan itu, hadir sejumlah komunitas seperti Komunitas Muslim Indonesia di Jepang, Diaspora Jepang, hingga Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang.  "Saat ini jumlah WNI di Jepang sudah mencapai 100.000 orang, termasuk di dalamnya mereka yang menikah dengan warga negara Jepang. Angka perkawinan silang ini dari tahun ke tahun terus meningkat jumlahnya,” kata Heri, dalam siaran pers, Selasa (7/3/2023).

Heri Akhmadi memastikan KBRI terus berupaya untuk memfasilitasi kehidupan WNI yang tinggal di Jepang, termasuk dalam hal pendidikan.  “Dengan jumlah WNI sebesar itu saya menaruh perhatian besar kepada masalah pendidikan bagi anak-anak WNI," ungkapnya. 

Sudah ada beberapa langkah konkret yang dilakukan oleh KBRI selaku perwakilan pemerintah Indonesia di Jepang. Menurut Heri, salah satunya adalah mendirikan Sekolah Republik Indonesia Tokyo.

Sekolah itu saat ini sudah memiliki metode belajar online sehingga bisa diakses para WNI dari seluruh wilayah di Jepang. "Hal ini menjadi sangat strategis mengingat begitu pentingnya jati diri dan karakter bangsa bisa terus dijaga diaspora di seluruh Jepang melalui berbagai kurikulum online dari Sekolah Republik Indonesia Tokyo," kata Heri.

Dengan hal ini, Heri berharap nilai-nilai kebinekaan Indonesia yang toleran bisa terus dijaga kedamaiannya, khususnya di Jepang. Terlebih  tahun ini sudah masuk tahun politik menjelang pemilu 2024.

Sementara Wapres Ma’ruf Amin juga berpesan kepada seluruh WNI di Jepang untuk terus menjaga ikatan kebangsaannya. Wapres mengingatkan bahwa kemajemukan Indonesia dengan keragaman suku, agama, serta adat istiadatnya harus dimaknai sebagai rahmat dan kekuatan untuk bersatu membangun negeri.

"Allah menciptakan manusia dalam keragaman suku dan bangsa untuk saling mengenal, bukan untuk saling berkonflik," pesannya.

Selain menggelar dialog dengan para WNI, kedatangan Ma’ruf Amin ke Jepang adalah untuk meresmikan Masjid Istiqlal Osaka (MIO). Didampingi Heri Akhmadi, Ma'ruf meresmikan masjid yang dibangun masyarakat Indonesia di Jepang itu pada Senin (6/3/2023).

Menurut Ma’ruf, MIO akan menjadi bangunan bersejarah termasuk sebagai penanda kontribusi masyarakat Indonesia bagi Islam dan masyarakat muslim di Jepang. "Fungsi masjid semakin berkembang di dunia modern ini. Saya mengharapkan masjid menjadi tempat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik dalam mengembangkan konsep maupun praktiknya,” kata mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement