Rabu 05 Apr 2023 07:20 WIB

Donald Trump Didakwa dengan 34 Tuduhan Kejahatan, Apa Saja?

Trump menjadii mantan presiden pertama dalam sejarah AS yang diadili di pengadilan.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Mantan presiden Donald Trump tiba di Trump Tower di New York pada hari Senin (3/4/2023).Trump diperkirakan akan didakwa dan diadili pada hari Selasa atas tuduhan yang timbul dari pembayaran uang suap selama kampanye 2016-nya.
Foto: AP Photo/Bryan Woolston
Mantan presiden Donald Trump tiba di Trump Tower di New York pada hari Senin (3/4/2023).Trump diperkirakan akan didakwa dan diadili pada hari Selasa atas tuduhan yang timbul dari pembayaran uang suap selama kampanye 2016-nya.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Jaksa penuntut New York membuka dakwaan kejahatan Donald Trump dengan 34 tuduhan pada Selasa (4/4/2023). Trump dinilai telah melakukan konspirasi untuk mempengaruhi pemilu 2016 secara ilegal melalui serangkaian pembayaran uang tutup mulut yang dirancang membungkam klaim dikhawatirkan akan membahayakan pencalonannya.

“Ini bukan hanya tentang satu pembayaran. Itu adalah 34 pernyataan palsu dan catatan bisnis yang menyembunyikan tindakan kriminal,” kata Jaksa Distrik Manhattan Alvin Bragg  ketika ditanya bagaimana tiga dugaan pembayaran yang terpisah itu terhubung.

Baca Juga

Tuntutan yang luas dari kasus ini telah lama diketahui. Namun dakwaan tersebut berisi rincian baru tentang skema yang menurut jaksa dimulai berbulan-bulan setelah pencalonannya sebagai presiden pada tahun 2015.

Dakwaan berpusat pada pembayaran kepada dua perempuan, termasuk bintang porno Stormy Daniels.  Mereka melakukan hubungan seksual di luar nikah dengan Trumo bertahun-tahun sebelumnya, serta kepada penjaga pintu Trump Tower yang mengaku memiliki cerita tentang seorang anak yang diduga telah keluar dari perkawinan mantan presiden itu.

Semua 34 dakwaan terhadap Trump terkait dengan serangkaian cek yang ditulis kepada pengacara pribadi dan pemecah masalah Trump, Michael Cohen, untuk mengembalikan uangnya atas perannya dalam membayar Daniels. Pembayaran yang dilakukan selama 12 bulan dicatat dalam berbagai dokumen internal perusahaan sebagai punggawa hukum yang menurut jaksa penuntut tidak ada.

Tuduhan tersebut muncul dari serangkaian pemeriksaan dari tulisan Trump atau perusahaannya selama kampanye presiden kepada pengacara dan pemecah masalah. Dia melakukan pembayaran kepada aktor porno yang menuduh melakukan hubungan seksual di luar nikah bertahun-tahun sebelumnya.

Asisten Jaksa Wilayah Christopher Conroy di pengadilan menyatakan, pembayaran tersebut merupakan bagian dari rencana yang melanggar hukum untuk mengidentifikasi dan menekan informasi negatif yang dapat merusak kampanye presidennya. Tindakan itu dibuat untuk melindungi pencalonan Trump.

Kehadiran Trump di Manhattan, meskipun sebagian besar bersifat prosedural, tetap merupakan pertama kalinya dalam sejarah AS bahwa seorang mantan presiden menghadapi hakim dalam tuntutan pidananya sendiri. Dakwaan tersebut merupakan perhitungan yang luar biasa bagi Trump setelah bertahun-tahun menyelidiki urusan pribadi, bisnis, dan politiknya. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement