Ahad 14 May 2023 16:20 WIB

Total Korban Tewas Sekte Sesat di Kenya Menjadi 201 Orang

Korban sekte sesat Kenya bertambah 22 orang sehingga total jadi 201 orang

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Komisioner regional Hutan Shakahola, Kenya Rhodah Onyancha mengatakan pencarian korban selamat dan tewas sekte kiamat menemukan 22 jenazah lagi. Dengan demikian, total korban jiwa dalam salah satu tragedi paling mengerikan di Kenya itu menjadi 201 orang.
Foto: AP
Komisioner regional Hutan Shakahola, Kenya Rhodah Onyancha mengatakan pencarian korban selamat dan tewas sekte kiamat menemukan 22 jenazah lagi. Dengan demikian, total korban jiwa dalam salah satu tragedi paling mengerikan di Kenya itu menjadi 201 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SHAKAHOLA -- Komisioner regional Hutan Shakahola, Kenya Rhodah Onyancha mengatakan pencarian korban selamat dan tewas sekte kiamat menemukan 22 jenazah lagi. Dengan demikian, total korban jiwa dalam salah satu tragedi paling mengerikan di Kenya itu menjadi 201 orang.

"Tim forensik kami berhasil menggali 22 jenazah lagi tapi kami belum melaporkan penyelamatan apa pun," kata Onyancha pada wartawan, Sabtu (13/5/2023).

Baca Juga

Proses pencarian dan penggalian korban sekte kiamat masih terus dilakukan. Ia mengatakan satu orang lagi tersangka juga ditangkap sehingga total orang yang ditangkap dalam kasus ini menjadi 26 orang.

Sepanjang pekan ini pihak berwenang Kenya menggali kuburan-kuburan dangkal yang bertebaran di seluruh hutan. Mereka mencari jenazah dan menjelajahi area itu untuk menemukan korban selamat karena masih ratusan orang yang dinyatakan hilang.

Pada Jumat (12/5/2023) lalu pihak berwenang menemukan 29 jenazah. Termasuk 12 jenazah anak yang ditemukan dalam satu lubang kuburan.

Pengadilan Kenya menolak jaminan untuk ketua sekte Good News International Church, Paul Mackenzie pada Rabu (10/5/2023). Mackenzie memerintahkan pengikutnya untuk membuat diri mereka dan anak-anak mereka kelaparan hingga meninggal agar dapat masuk surga sebelum akhir dunia.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement