Kamis 18 May 2023 14:57 WIB

Petinggi Angkatan Laut AS Soroti Kapal Perang Rusia di Laut Mediterania Timur

Rusia memiliki pangkalan angkatan laut di Tartus, Suriah.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Kapal perang Rusia (ilustrasi)
Foto: AP/AP
Kapal perang Rusia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LIMASSOL -- Seorang petinggi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) pada Rabu (17/5/2023) mengatakan, tidak ada perubahan signifikan dalam perilaku pesawat dan kapal perang Rusia terhadap aset angkatan laut dan udara Barat di Mediterania timur. Komandan Peter C Flynn mengatakan, pesawat tempur dan kapal angkatan laut Rusia telah bertindak secara profesional dan tidak ada indikasi agresi atau permusuhan yang meningkat.

“Kami jelas mempelajari apa yang sedang terjadi dan Anda tahu itu pasti memainkan peran dalam apa yang kami lakukan dan apa yang kami persiapkan, tetapi bukan perubahan signifikan dalam sikap pasukan Rusia," kata Flynn kepada The Associated Press di atas kapal USS Arleigh Burke.

Kapal perusak, yang merupakan salah satu kapal perang Amerika Serikat paling mumpuni, berlabuh di pelabuhan utama Limassol di Siprus. Rusia memiliki pangkalan angkatan laut di Tartus, Suriah. Ini satu-satunya fasilitas yang dimiliki Moskow di luar negara bekas Uni Soviet.  

Pada 2017, Moskow mencapai kesepakatan dengan Presiden Suriah Bashar al Assad untuk memperpanjang sewa di Tartus selama 49 tahun dan menyimpan hingga 11 kapal perang di sana, termasuk kapal bertenaga nuklir. Tartus berjarak 180 kilometer dari garis pantai timur Siprus.

Jet F-35 dari kapal induk terbaru Inggris, HMS Queen Elizabeth, yang beroperasi di lepas pantai Siprus pada Juni 2021 telah membangkitkan minat pesawat tempur Rusia, yang mencoba mengawasi pesawat tempur mutakhir. Kapal USS Arleigh Burke memasuki misi patroli 4,5 bulan di wilayah tersebut.

Kapal ini berlabuh di Siprus setelah beroperasi di Laut Merah dan melewati Terusan Suez.  Sejak Februari, kapal perusak juga telah beroperasi di atas Lingkaran Arktik, Laut Baltik dan Utara, serta Atlantik timur.

“Mediterania Timur sangat penting untuk keamanan maritim dan begitu banyak sejarah di sini,” kata Flynn.

Arleigh Burke adalah kapal Angkatan Laut AS terakhir yang berlayar di Laut Hitam sebelum invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Flynn mengatakan, Arleigh Burke memiliki sistem paling mampu, ofensif, dan defensif dari kapal AS lainnya.

"Jadi, jika kita tidak bisa melakukannya, tidak ada orang lain yang bisa," ujar Flynn.

Kapal Arleigh Burke dilengkapi dengan serangkaian rudal yang dapat menyerang pesawat, kapal selam, kapal permukaan lainnya, dan bahkan rudal balistik di luar angkasa. Flynn mengatakan, kapal perusak baru-baru ini melakukan manuver bersama dengan kapal angkatan laut Saudi dan Mesir.  Selain memproyeksikan kekuatan AS, kapal itu bertujuan untuk menopang hubungan dengan negara-negara sahabat.

sumber : AP

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement