Senin 29 May 2023 11:53 WIB

Korut akan Gelar Rapat Partai Penting pada Awal Juni

Pertemuan itu untuk membahas rencana ekonomi Korut.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Potret mendiang pemimpin Korea Utara Kim Il-Sung dan Kim Jong-il di pusat kota Pyongyang, Korea Utara. Partai berkuasa Korea Utara (Korut) menggelar pertemuan penting pada bulan Juni. Pertemuan itu untuk membahas rencana ekonomi Korut.
Foto: AP Photo/Dita Alangkara
Potret mendiang pemimpin Korea Utara Kim Il-Sung dan Kim Jong-il di pusat kota Pyongyang, Korea Utara. Partai berkuasa Korea Utara (Korut) menggelar pertemuan penting pada bulan Juni. Pertemuan itu untuk membahas rencana ekonomi Korut.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Kantor berita KCNA, melaporkan partai berkuasa Korea Utara (Korut) menggelar pertemuan penting pada bulan Juni. Pertemuan itu untuk membahas rencana ekonomi Korut.

Dalam laporannya, Senin (29/5/2023) KCNA melaporkan pertemuan tersebut akan meninjau implementasi rencana ekonomi Korut pada paruh pertama 2023. Serta membahas "masalah kebijakan yang besar signifikansinya" dalam pembangunan revolusi.

Baca Juga

Pertemuan tersebut akan menandai Rapat Pleno ke-8 Komite Pusat Partai Buruh Korea (WPK), partai berkuasa Korut. Di rapat pleno terakhir pada Februari lalu, partai membahas upaya meningkatkan perekonomian dan sektor pertanian di tengah kekhawatiran mengenai kelangkaan pangan.

Dalam komentar terpisah yang dipublikasikan KCNA, Korut juga mengkritik latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Korea Selatan (Korsel) sebagai "perjudian perang berbahaya."

"Tidak berlebihan untuk mengatakan skenario perang untuk agresi ke DPRK (Korut) sudah memasuki tahapan implementasi melalui tahapan latihan," kata komentar yang dirilis KCNA tesebut.

Kritik tersebut disampaikan setelah AS-Korsel menggelar serangkaian latihan perang bersama pada Kamis (25/5/2023) lalu. Latihan perang gabungan pertama dalam jenisnya sejak 2017.

Dinamakan Combined Joint Live-Fire Exercise, latihan ini melibatkan 2.500 pasukan dari 71 unit dan sekitar 600 aset militer yang dimobilisasi ke daerah yang jaraknya hanya 25 kilometer dari perbatasan Korsel-Korut. Latihan ini bertujuan menunjukkan kapabilitas militer AS-Korsel dalam menghadapi ancaman rudal dan nuklir Korut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement