Senin 12 Jun 2023 15:34 WIB

Taiwan Kirim Pesawat Tempur Peringatkan Pasukan Cina

Beijing sebelumnya mengerahkan 37 pesawat militer ke zona pertahanan udara Taiwan.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
 Pesawat tempur Taiwan (ilustrasi).
Foto: Li Bingyu/Xinhua via AP, File
Pesawat tempur Taiwan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Angkatan Udara Taiwan beraksi setelah melihat 10 pesawat tempur Cina melintasi garis median Selat Taiwan yang sensitif pada Ahad (11/6/2023). Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, empat kapal perang Cina juga melakukan patroli tempur.

Dalam sebuah pernyataan singkat, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, pukul 14:00 telah mendeteksi 24 pesawat angkatan udara Cina, termasuk pesawat tempur J-10, J-11, J-16 dan Su-30, serta pembom H-6. Tidak disebutkan posisi pesawat terbang tetapi mengatakan 10 telah melintasi garis median Selat Taiwan, yang memisahkan kedua sisi dan sebelumnya berfungsi sebagai penghalang tidak resmi.

Baca Juga

Sedangkan empat kapal angkatan laut Cina juga terlibat dalam patroli kesiapan tempur bersama. Sebagai tanggapan, Taiwan mengirim pesawat tempurnya sendiri dan mengerahkan kapal serta sistem rudal darat untuk berjaga-jaga.

Pengerahan itu adalah kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu Taiwan melaporkan aktivitas militer Cina. Beijing sebelumnya mengerahkan 37 pesawat militer terbang ke zona pertahanan udara pulau itu pekan lalu, beberapa di antaranya kemudian terbang ke Pasifik barat.

Cina selama tiga tahun terakhir secara teratur menerbangkan pasukan angkatan udaranya ke langit dekat pulau itu, meskipun tidak ke wilayah udara teritorial Taiwan. Beijing sebelumnya mengatakan, misi semacam itu adalah untuk melindungi kedaulatan negaranya dan ditujukan untuk menentang kolusi Taiwan dan Amerika Serikat (AS).

Pada April, Cina mengadakan latihan perang di sekitar Taiwan menyusul perjalanan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke AS. Tsai telah berulang kali menawarkan pembicaraan dengan Cina tetapi ditolak karena Cina memandang dia dan partainya sebagai separatis. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement