Selasa 20 Jun 2023 15:34 WIB

UEA dan Qatar Saling Buka Kedutaan Besar

UEA memberlakukan boikot dan blokade terhadap Qatar pada 2017.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani (kanan) presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al-Nahyan. UEA dan Qatar membuka kembali Kedutaan Besar
Foto: Qatar Amiri Diwan via AP
Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani (kanan) presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al-Nahyan. UEA dan Qatar membuka kembali Kedutaan Besar

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI  -- Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar mengumumkan pembukaan kembali kedutaan besar pada Senin (19/6/2023). Menteri luar negeri kedua negara berbicara melalui telepon untuk memberi selamat satu sama lain atas pembukaan kembali misi diplomatik tersebut.

Kedua negara mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, Kedutaan Besar Qatar di Abu Dhabi dan Konsulat Qatar di Dubai, serta Kedutaan Besar UEA di  Doha telah kembali beroperasi. Pernyataan itu tidak mengatakan penunjukan duta besar atau misi itu telah terbuka untuk umum.

Baca Juga

UEA bergabung dengan Arab Saudi, Bahrain, dan Mesir dalam memberlakukan boikot dan blokade terhadap Qatar pada 2017. Boikot ini sebagian besar karena keterlibatannya dengan dan dukungan terhadap kelompok-kelompok Islam di Timur Tengah setelah protes Arab Spring pada tahun 2011.

Negara-negara Arab di Teluk Persia memandang kelompok-kelompok seperti itu sebagai teroris. Qatar berulang kali membantah mendukung kelompok teror.

Krisis diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara negara-negara Teluk Arab yang biasanya bersahabat awalnya memicu kekhawatiran akan konflik bersenjata. Namun kekayaan gas Qatar dan hubungan dekat dengan Turki serta Iran sebagian besar melindunginya dari sanksi ekonomi dan hubungan perlahan mencair.

Boikot tersebut secara resmi dicabut pada Januari 2021. Akhir tahun lalu, Qatar menyambut para pemimpin tamu dari Arab Saudi, Mesir, dan UEA saat menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Matthew Miller, mengucapkan selamat kepada kedua negara atas langkah pembukaan kembali kedutaan besar. Tindakan itu dinilai mewakili langkah maju penting lainnya di antara mitra Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dalam mempromosikan stabilitas regional dan kerja sama timbal balik.

GCC mencakup Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan UEA. “Amerika Serikat berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan GCC dan mitra regional lainnya untuk membangun kawasan Timur Tengah yang lebih aman, terintegrasi, damai, dan sejahtera,” kata Miller dalam pernyataan tersebut.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement