Jumat 14 Jul 2023 20:09 WIB

Rusia Incar Tank-Tank Leopard Jerman untuk Dilumpuhkan

Putin mengakui tank Barat lebih bagus dibandingkan T-72 buatan Soviet.

Tank Leopard 2A6 Jerman ikut serta dalam latihan milter gabungan bersama Lithuanian.
Foto:

Secara terpisah, Ukraina mengonfirmasi telah mendapatkan senjata terlarang, bom tandan dari Amerika Serikat (AS). Ini tak lama berselang dari pernyataan Presiden Joe Biden pekan lalu bahwa pengiriman bom tandan ini merupakan keputusan sulit. 

‘’Kami baru saja menerimanya. Kami belum menggunakannya tetapi senjata ini akan secara radikal membuat perubahan (di medan perang),’’ kata Brigjen Oleksandr Tarnavskyi, komandan Tavria Joint Forces Operation dalam wawancara dengan CNN, Kamis (13/7/2023).

Ia meyakini bom tandan ini akan memberikan keuntungan dalam pertempuran.’’Musuh juga memahami, dengan amunisi ini kami akan memperoleh keuntungan. Musuh akan menyerah di wilayah senjata ini memungkinkan digunakan,’’ ujarnya. 

Tarnavskyi menuturkan, para seniornya akan memutuskan di area mana saja bom tandan ini akan dikerahkan. Sebab, ini merupakan senjata berkekuatan besar. Ia juga menekankan mengenai pembatasan penggunaan bom tandan. 

Penggunaannya dilarang di wilayah berpopulasi padat meski dikuasai oleh pasukan Rusia. Sebelumnya, AS menyatakan telah mendapatkan jaminan tertulis dari Ukraina bahwa mereka tak akan melepas bom tandan di wilayah sipil, penggunaannya juga akan dilacak. 

‘’Rusia berpikir kami akan menggunakannya di setiap area pertempuran. Ini dugaan yang salah. Namun mereka sangat khawatir,’’ katanya. 

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, menyatakan Moskow akan terpaksa menggunakan senjata serupa jika AS memasok bom tandan ke Ukraina. Pekan lalu, AS memutuskan mengirimkan bom tandan ke Ukraina untuk melawan Rusia.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement