Selasa 18 Jul 2023 13:32 WIB

Ilhan Omar dan Sejumlah Anggota Parlemen AS Boikot Pidato Presiden Israel

Israel melarang Ilhan Omar bersama dengan Rashida Tlaib memasuki negara itu

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Ilhan Omar dan sejumlah anggota parlemen akan memboikot pidato Presiden Israel, Isaac Herzog di depan Kongres
Foto: AP/Morry Gash
Ilhan Omar dan sejumlah anggota parlemen akan memboikot pidato Presiden Israel, Isaac Herzog di depan Kongres

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Beberapa anggota parlemen Amerika Serikat yang progresif, termasuk Ilhan Omar, Jamaal Bowman, dan Cori Bush, telah mengonfirmasi akan memboikot pidato Presiden Israel, Isaac Herzog di depan Kongres pada Rabu (19/7/2023). Alexandria Ocasio-Cortez juga akan melewatkan acara tersebut.

Pekan lalu, Omar menguraikan keputusannya dalam serangkaian tweet. Dia pun mengingatkan kembali keputusan Israel melarang dia bersama dengan sesama anggota Kongres Muslim-Amerika Rashida Tlaib memasuki negara itu pada 2019.

Baca Juga

"Tidak mungkin saya menghadiri pidato sesi bersama dari seorang Presiden yang negaranya telah melarang saya dan melarang [Tlaib] untuk melihat neneknya," kata Omar.

Anggota kongres mencatat bahwa kunjungan tersebut dilakukan di tengah munculnya tokoh sayap kanan di pemerintahan Israel. Mereka melihat meningkatnya pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia.

Awal bulan ini, pasukan Israel menyerang kamp pengungsi Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat, menewaskan sedikitnya 12 warga Palestina. “AS dapat dan harus menggunakan alat diplomatiknya untuk terlibat dengan pemerintah Israel, tetapi memberikan kehormatan kepada pemerintah saat ini untuk menyampaikan pidato bersama di televisi mengirimkan sinyal yang benar-benar salah pada waktu yang salah,” ujar Omar.

Meskipun dituduh melakukan kejahatan apartheid oleh kelompok hak asasi manusia terkemuka, termasuk Amnesty International, Israel menerima setidaknya 3,8 miliar dolar AS bantuan dari AS setiap tahun. “Anggota Kongres yang progresif benar-benar tepat untuk melewatkan pidato Presiden Herzog,” kata direktur politik Suara Yahudi untuk Aksi Perdamaian Beth Miller.

“Herzog adalah presiden sebuah negara yang secara brutal menindas jutaan warga Palestina melalui pendudukan militer ilegal dan apartheid. Setiap anggota Kongres yang percaya pada hak asasi manusia tidak boleh menghadiri atau mendukung pidatonya," ujar kelompok advokasi yang mendukung hak-hak Palestina itu.

Miller menegaskan, melewatkan pidato Herzog bukan tentang politisi individu. Tindakan ini upaya mengirim pesan yang menolak kebijakan "rasis" Israel terhadap Palestina.

“Saat Israel mempercepat pembangunan pemukiman ilegal di tanah Palestina yang dicuri, dan mengintensifkan kekerasan terhadap warga Palestina, Herzog datang ke Kongres dengan tujuan menutupi pelanggaran hak asasi manusia ini dan memperdalam hubungan antara Israel dan AS,” kata Miller.

Pekan lalu, kelompok progresif Yahudi yang dipimpin pemuda IfNotNow meminta anggota parlemen AS untuk mengambil sikap terhadap hak-hak Palestina selama kunjungan Herzog. "Karena Israel secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan kebijakan AS, sekarang bukan saatnya menggelar karpet merah untuk presidennya," kata direktur politik kelompok itu Eva Borgwardt dalam sebuah pernyataan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement