Selasa 25 Jul 2023 19:05 WIB

Menlu Cina Qin Gang Dicopot, Ini Sosok yang Menggantikannya

Qin Gang baru menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Cina sejak Desember 2022.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Cina menurunkan Qin Gang dari jabatan Menteri Luar Negeri setelah absen selama satu satu bulan dari tugas-tugas pemerintahan.
Foto: AP Photo/Suo Takekuma/Pool Kyodo News
Cina menurunkan Qin Gang dari jabatan Menteri Luar Negeri setelah absen selama satu satu bulan dari tugas-tugas pemerintahan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina menurunkan Qin Gang dari jabatan Menteri Luar Negeri setelah absen selama satu satu bulan dari tugas-tugas pemerintahan. Media Cina melaporkan Qin akan digantikan mantan menteri luar negeri Wang Yi. Laporan, Selasa (25/7/2023) ini disampaikan beberapa pekan spekulasi tentang keberadaan Qin.

Qin yang baru menjabat bulan Desember lalu setelah sempat menjadi perwakilan di Amerika Serikat. Namun ia tidak pernah terlihat lagi di hadapan publik sejak 25 Juni ketika ia bertemu para diplomat yang berkunjung di Beijing.

Baca Juga

Setelah ia absen dalam pertemuan diplomasi internasional di Indonesia, Kementerian Luar negeri mengatakan Qin cuti karena alasan kesehatan yang tidak diungkapkan. Namun sedikitnya informasi mengenai keberadaannya memicu spekulasi.

Pengamat dan diplomat mengatakan hal ini juga menimbulkan kecurigaan mengenai transparansi dan pengambilan keputusan di antara pemimpin Cina. Wang yang berusia 69 tahun mengisi jabatan menteri luar negeri, setelah ia menjabat di posisi itu dari tahun 2018 sampai 2022.

Kementerian Luar Negeri Cina tidak menanggapi permintaan komentar mengenai alasan perubahan ini. Pergantian jajaran pemimpin diplomasi Cina terjadi saat hubungan Beijing dengan negara adidaya lainnya yakni Amerika Serikat (AS) berada di titik terendahnya sejak kedua negara membangun hubungan diplomatik.

Dua perekonomian terbesar di dunia itu berselisih pada berbagai isu termasuk Ukraina dan kedekatan Beijing dengan Moskow, serta masalah perdagangan dan teknologi. Isu Taiwan juga memperburuk hubungan AS dan Cina.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement