Ahad 30 Jul 2023 13:53 WIB

Hungaria Tetapkan Aturan Penjualan Buku LGBT di Toko-Toko Buku

Awal bulan ini, pemerintah mendenda pada toko buku terbesar kedua di Hungaria.

Buku (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Buku (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST – Di sebuah toko buku Yahudi dengan panel kayu yang nyaman di Budapest, Hungaria, Eva Redai menaiki anak tangga, menata buku-buku di rak. Di antara buku-buku tersebut, terlihat sejumlah judul buku terbungkus plastik. Buku-buku berisi tema tentang LGBTQ+.

Konten buku yang ditetapkan pemerintah tak cocok bagi mereka yang di bawah usia 18 tahun. Redai yang kini berusia 76 tahun menyatakan, hampir 35 tahun ia menjalankan toko bukunya, Lang Teka. Namun belum pernah ia mengalami hal seperti sekarang. 

Baca Juga

Redai mesti memilah dan memisahkan buku yang dijualnya agar tak melanggar peraturan pemerintah. Yakni, ia mesti membungkus buku-buku LGBT dengan plastik. Dalam pandangannya, ini merupakan kebijakan diskriminatif. 

‘’Sebagai seorang yang terjun dalam bisnis ini dalam waktu lama, bahkan saya tak bisa menentukan buku mana yang masuk kategori dilarang,’’ kata Redai, Sabtu (29/7/2023). 

Pemerintahan perdana menteri Viktor Orban dalam beberapa tahun terakhir menerapkan kebijakan tegas terhadap LGBT. Undang-undang perlindungan anak disahkan pada 2021, terutama dari kampanye kelompok LGBT. 

Undang-undang ini melarang penggambaran atau promosi konten homoseksualitas kepada kelompok minor termasuk di televisi, film, iklan, dan literatur. Juga ada larangan menyebutkan isu-isu LGBT dalam program pendidikan sekolah. 

Larangan lainnya adalah penggambaran secara publik penyimpangan gender dari jenis kelamin bawaan mereka lahir. Pemerintah Hungaria juga memuat hukuman berat bagi pedofilia. 

Awal bulan ini, kantor pemerintah mendenda kepada toko buku terbesar kedua di Hungaria, Lira Konyv karena melanggar undang-undang perlindungan anak tersebut. Mereka diperintahkan untuk membayar denda 12 juta forints atau sekitar 35 ribu dolar AS. 

Penyebabnya, toko buku ini memajang novel grafis populer mengenai LGBT di bagian literatur untuk anak-anak muda. Mereka juga tak membungkus buku LGBT tersebut dengan plastik foil ketika memajangnya di rak.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement