Senin 31 Jul 2023 14:47 WIB

Rusia akan Tambah 30 Kapal Perang Baru Tahun Ini

Rusia secara konsisten membangun kekuatan Angkatan Laut.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
 Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, sebuah fregat angkatan laut Rusia dan sebuah helikopter ikut serta dalam latihan angkatan laut bersama dengan kapal perang China di Laut China Timur Selasa, 27 Desember 2022. Angkatan laut China dan Rusia mengakhiri tujuh hari angkatan laut bersama latihan pada 27 Desember, karena keduanya menghadapi ketegangan dengan Amerika Serikat.
Foto: Li Bingxuan/Xinhua via AP
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, sebuah fregat angkatan laut Rusia dan sebuah helikopter ikut serta dalam latihan angkatan laut bersama dengan kapal perang China di Laut China Timur Selasa, 27 Desember 2022. Angkatan laut China dan Rusia mengakhiri tujuh hari angkatan laut bersama latihan pada 27 Desember, karena keduanya menghadapi ketegangan dengan Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin meninjau parade kapal perang dan kapal selam nuklir di kampung halamannya, St Petersburg, pada Ahad (30/6/2023). Dia mengumumkan bahwa Angkatan Laut Rusia akan menerima 30 kapal baru tahun ini.

"Tahun ini saja, 30 kapal dari kelas yang berbeda ditambahkan ke armada," kata Putin.

Baca Juga

Sebanyak 65 kapal, kapal selam, dan kapal lainnya ambil bagian dalam acara Hari Angkatan Laut tahunan Rusia. Acara ini menjadi momen pertunjukan tradisional kekuatan militer yang berlangsung di Teluk Finlandia dan di Sungai Neva di St Petersburg. Menurut keterangan Istana Kremlin, sekitar 3.000 personel Angkatan Laut juga ambil bagian dalam parade di darat.

Dalam kegiatan tersebut, Putin didampingi Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Kepala Angkatan Laut Laksamana Nikolai Yevmenov. Mereka memeriksa beberapa kapal dari kapal peluncuran di Neva sebelum berpidato.

"Hari ini, Rusia dengan percaya diri melaksanakan tugas skala besar dari kebijakan maritim nasional kami dan secara konsisten membangun kekuatan Angkatan Laut kami,” kata Putin.

Kegiatan ini pun dihadiri oleh empat kepala negara Afrika dan lima negara Afrika lainnya mengirim perwakilan. Mereka sebelumnya menghadiri KTT Rusia-Afrika di St Petersburg yang berakhir pada Jumat (28/7/2023).

Para pemimpin Afrika dalam kegiatan itu mendesak Putin untuk melanjutkan rencana perdamaian mengakhiri konflik Ukraina. Menurut laporan Reuters, mereka melayangkan serangkaian langkah yang mungkin untuk meredakan konflik, termasuk penarikan pasukan Rusia, penghapusan senjata nuklir taktis Rusia dari Belarusia, penangguhan surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Putin, dan keringanan sanksi.

Putin pun mengaku mempertimbangkan masukan yang diberikan rekan-rekannya.  “Ini hanya bisa menjadi inisiatif bilateral. Tetapi inisiatif [Afrika] menurut saya dapat menjadi dasar dari proses tertentu menuju resolusi damai, seperti inisiatif Cina, tidak ada persaingan atau kontradiksi di sini,” kata Putin sehari setelah penutupan pertemuan tingkat tinggi tersebut. 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement