Senin 07 Aug 2023 12:27 WIB

Peringatan Kematian Ratu Elizabeth II tanpa Perayaan Publik

Peringatan kematian Ratu Elizabeth II tidak akan menjadi urusan publik.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Penghormatan bunga untuk Ratu Elizabeth II di Green Park di luar Istana Buckingham setelah pemakamannya di London, Inggris, 20 September 2022. Inggris bangun ke era baru setelah kematian Ratu Elizabeth II dan hari terakhir berkabung pada 19 September. Warga Inggris dan turis dari semua lapisan masyarakat terus menuju ke Istana Buckingham untuk meletakkan upeti bunga untuk Ratu, yang meninggal pada 08 September di tanah miliknya di Skotlandia.
Foto: EPA-EFE/ANDY RAIN
Penghormatan bunga untuk Ratu Elizabeth II di Green Park di luar Istana Buckingham setelah pemakamannya di London, Inggris, 20 September 2022. Inggris bangun ke era baru setelah kematian Ratu Elizabeth II dan hari terakhir berkabung pada 19 September. Warga Inggris dan turis dari semua lapisan masyarakat terus menuju ke Istana Buckingham untuk meletakkan upeti bunga untuk Ratu, yang meninggal pada 08 September di tanah miliknya di Skotlandia.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Raja Inggris Charles III tidak akan menandai peringatan pertama kematian Ratu Elizabeth II sebagai acara publik resmi. Raja pun tidak melakukan kegiatan itu dalam pertemuan keluarga pribadi.

Pemimpin berusia 74 tahun ini naik takhta pada 8 September setelah kematian ibunya Elizabeth. Kematian ratu berusia 96 tahun itu memicu luapan emosi di seluruh dunia, masa berkabung 10 hari dan pemakaman kenegaraan dengan kerumunan ribuan orang berbaris di jalan-jalan pusat kota London.

Baca Juga

Namun, peringatan pertama hari kematian pemimpin terlama kerajaan tidak akan menjadi urusan publik. Menurut juru bicara Istana Buckingham, Raja Charles dan istrinya Ratu Camilla akan menghabiskan hari dengan tenang dan pribadi.

Dengan melakukan itu, Charles mengikuti jejak ibunya. Elizabeth biasa menghabiskan hari peringatan kematian ayahnya Raja George VI dengan cara yang sama.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement