Senin 28 Aug 2023 17:09 WIB

Rusia Tangkap Warganya yang Jadi Informan AS

Mantan Konjen AS dibekuk karena diduga memberikan informasi soal perang Ukraina

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan, mereka telah menangkap seorang warga Rusia mantan pegawai Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) di Vladivostok.
Foto: AP
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan, mereka telah menangkap seorang warga Rusia mantan pegawai Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) di Vladivostok.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan, mereka telah menangkap seorang warga Rusia mantan pegawai Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) di Vladivostok. Dia dibekuk karena diduga telah memberikan informasi tentang konflik Ukraina kepada para diplomat AS.

Dalam keterangannya pada Senin (28/8/2023), FSB mengungkapkan, warga Rusia yang ditangkap bernama Robert Robertovich Shonov. FSB menuduh Shonov sebagai informan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Moskow. Menurut laporan kantor berita Rusia, TASS, Shonov didakwa Pasal 275.1 KUHP Rusia.

Baca Juga

FSB, dalam laporan TASS, mengungkapkan bahwa Shonov bekerja untuk Jeffrey Sillin dan David Bernstein dari departemen politik Kedubes AS di Moskow. Shonov disebut menghimpun informasi tentang jalannya "operasi militer khusus" Rusia di Ukraina antara September 2022 dan Mei 2023. “(Shonov memata-matai) untuk imbalan materi,” katanya.

Selain itu Shonov ditemukan mengumpulkan informasi tentang proses mobilisasi di wilayah Rusia, sebuah kebijakan tidak populer yang menyebabkan banyak pria Rusia dengan usia tergolong wajib militer kabur ke luar negeri. Menurut TASS, Shonov juga ditugaskan mengukur sentimen protes di wilayah Rusia menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan tahun depan.

TASS mengungkapkan, FSB akan menginterogasi Shonov lebih lanjut. Sejak ditangkap pada Mei lalu, Shonov ditahan di penjara Lefortovo. Dia disebut terancam dihukum penjara delapan tahun.

Departemen Luar Negeri AS telah mengecam penangkapan Shonov. Washington mengatakan bahwa tuduhan terhadap Shonov “sepenuhnya tidak berdasar”. Sejak pecahnya perang di Ukraina pada Februari 2022, hubungan Rusia dengan AS semakin memburuk. Negeri Paman Sam diketahui telah menjadi sekutu dan penyokong utama Kiev dalam menghadapi Moskow.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement