Senin 18 Sep 2023 15:04 WIB

Setelah Kim Jong-un Pulang, Menlu Cina Berkunjung ke Rusia

Menlu Cina Wang Yi terakhir kali mengunjungi Rusia pada Februari 2023.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi memulai perjalanan empat hari ke Rusia pada Senin (18/9/2023).
Foto: EPA-EFE/KITH SEREY
Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi memulai perjalanan empat hari ke Rusia pada Senin (18/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi memulai perjalanan empat hari ke Rusia pada Senin (18/9/2023). Kedua negara diperkirakan akan menegaskan kepercayaan politik yang lebih dalam dan bersiap untuk kemungkinan kunjungan penting Presiden Rusia Vladimir Putin ke Beijing pada Oktober.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Cina, pemimpin kantor urusan luar negeri Partai Komunis yang berkuasa di Cina ini akan bertemu dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nikolai Patrushev untuk pembicaraan keamanan tahunan. Dia pun akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Baca Juga

Dalam pembicaraan tersebut, Kementerian Luar Negeri Rusia pekan lalu, keduanya akan membahas berbagai masalah. Salah satu yang disinggung kontak di tingkat yang lebih tinggi dan tertinggi antara kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pekan lalu, kunjungan ini juga akan melihat pertukaran pandangan secara rinci mengenai berbagai isu termasuk Ukraina. Wang terakhir kali mengunjungi Rusia pada Februari pada malam peringatan satu tahun invasi Rusia ke Ukraina.

Kunungan sebelumnya telah membuat Amerika Serikat khawatir. Washington menuduh kedua negara pada saat itu mempunyai visi yang sama bahwa perbatasan dapat digambar ulang dengan paksa.

Wang diperkirakan akan meletakkan dasar bagi kunjungan Putin ke ibu kota Cina untuk Belt and Road Forums setelah undangan dari Presiden Cuna Xi Jinping selama kunjungan penting ke Moskow pada Maret. Putin pernah menghadiri dua forum Cina itu pada 2017 dan 2019.

Pada 1 September, Putin menyatakan harapan untuk segera bertemu Xi, tetapi tidak secara eksplisit mengkonfirmasi bahwa dia akan melakukan perjalanan ke Cina lagi. Namun Putin diketahui tidak bepergian ke luar negeri sejak Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya. Dia disebut telah mendeportasi ratusan anak dari Ukraina secara ilegal.

Surat perintah yang dikeluarkan ICC hanya beberapa hari sebelum Xi mengunjungi Rusia ini mewajibkan 123 negara anggotanya untuk menangkap Putin dan megirimkannya ke Den Haag untuk diadili jika memasuki wilayah mereka. Namun, Cina bukan pihak dalam Statuta Roma yang menjadi dasar berdirinya ICC pada 2002.

Menjelang kunjungan minggu ini, Wang melakukan perjalanan ke Malta selama berjam-jam untuk melakukan pembicaraan konstruktif dengan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan. Pembicaraan akhir pekan itu adalah yang terbaru dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi antara pejabat AS dan Cina yang dapat menjadi landasan bagi pertemuan tahun ini antara Xi dan Presiden AS Joe Biden.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement