Kamis 21 Sep 2023 10:37 WIB

Menlu Rusia dan Yordania Bertemu Bahas Dukungan tak Terkendali Barat ke Ukraina

Rusia sebut Barat memberikan dukungan tak terkendali pada Ukraina

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan mitranya dari Yordania Ayman Hussein Abdullah Al-Safadi bertemu pada Rabu (20/9/2023)
Foto: Yasuyoshi Chiba/Pool Photo via AP
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan mitranya dari Yordania Ayman Hussein Abdullah Al-Safadi bertemu pada Rabu (20/9/2023)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan mitranya dari Yordania, Ayman Hussein Abdullah Al-Safadi, bertemu pada Rabu (20/9/2023). Mereka membahas situasi di Ukraina sehubungan dengan upaya Barat untuk memberikan dukungan yang tidak terkendali kepada rezim Kiev. Pertemuan keduanya dilakukan di sela-sela sesi ke-78 Sidang Majelis Umum PBB.

Menurut Kementerian Luar negeri Rusia, kedua belah pihak juga bertukar pandangan "mengenai isu-isu utama dalam agenda Timur Tengah dengan fokus pada isu-isu penyelesaian Palestina-Israel dan Suriah"

Baca Juga

"Situasi di Ukraina disinggung sehubungan dengan upaya-upaya dari Barat secara kolektif untuk memberikan dukungan yang tidak terkendali kepada rezim Kiev," dalam keterangan Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

Menurut kementerian tersebut, kedua belah pihak juga bertukar pandangan "mengenai isu-isu utama dalam agenda Timur Tengah dengan fokus pada isu-isu penyelesaian Palestina-Israel dan Suriah."

Mereka "menyatakan kesamaan atau kedekatan pendekatan fundamental untuk penyelesaian krisis yang masih berlangsung di Timur Tengah, yang memiliki dampak negatif terhadap stabilitas dan keamanan regional dan global, berdasarkan kepatuhan terhadap aturan dasar hukum internasional," kata Kementerian Luar Negeri.

Selain itu, Lavrov dan mitranya dari Yordania, yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, mendiskusikan cara-cara untuk lebih memperkuat hubungan Rusia-Yordania yang secara tradisional bersahabat. "..termasuk dengan mempertahankan dialog politik reguler di tingkat atas dan tingkat tinggi," kata Kementerian Luar Negeri.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement