Senin 25 Sep 2023 15:47 WIB

Hadapi Cina, Taiwan Siap Kerahkan Kapal Selam Buatan Dalam Negeri

Kapal selam itu akan dilengkapi dengan rudal

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Taiwan akan mengerahkan setidaknya dua kapal selam baru yang dikembangkan di dalam negeri pada 2027.
Foto: AP/Huizhong Wu
Taiwan akan mengerahkan setidaknya dua kapal selam baru yang dikembangkan di dalam negeri pada 2027.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Taiwan akan mengerahkan setidaknya dua kapal selam baru yang dikembangkan di dalam negeri pada 2027. Kapal selam itu akan dilengkapi rudal untuk memperkuat pencegahan terhadap angkatan laut Cina dan melindungi jalur pasokan utama.

Taiwan telah menjadikan sub-program dalam negeri sebagai bagian penting dari proyek ambisius untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya seiring peningkatan latihan militer Cina di sekitar wilayah Taiwan. Program ini diprakasai Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen ketika ia menjabat pada 2016.

Baca Juga

Penasihat keamanan presiden, Laksamana Huang Shu-kuang yang memimpin program tersebut, mengatakan, 10 kapal selam, termasuk dua kapal selam buatan Belanda yang ditugaskan pada 1980an, akan mempersulit Angkatan Laut Cina untuk memproyeksikan kekuatan ke Pasifik.  “Jika kita dapat membangun kapasitas tempur ini, saya rasa kita tidak akan kalah perang,” kata Huang.

Huang mengatakan, kapal selam pertama yang dibanderol dengan harga 49,36 miliar Taiwan atau 1,54 miliar dolar AS, akan menggunakan sistem tempur buatan Lockheed Martin Corp dan membawa torpedo kelas berat MK-48 buatan AS.  Kapal ini akan memasuki uji coba laut bulan depan sebelum dikirim ke angkatan laut pada akhir 2024.

Untuk model selanjutnya, Taiwan akan memberikan ruang untuk rudal antikapal yang diluncurkan dari kapal selam. Namun penambahan senjata tersebut bergantung pada ketersediaan produksi di AS, yang kapasitasnya sudah terbatas. Huang menyebut kapal selam itu sebagai “pencegah strategis” terhadap kapal perang Cina yang melintasi Selat Miyako dekat barat daya Jepang atau Selat Bashi yang memisahkan Taiwan dari Filipina.

Huang mengatakan, kapal selam diesel-listrik Taiwan dapat menahan Cina dalam rangkaian pulau pertama, mengacu pada wilayah yang terbentang dari Jepang melalui Taiwan, Filipina, dan hingga Kalimantan yang meliputi laut pesisir Cina. “Ini juga merupakan konsep strategis militer Amerika Serikat untuk menahan mereka di rangkaian pulau pertama dan menolak akses mereka. Kalau Taiwan direbut, Jepang pasti tidak aman, Korea Selatan pasti tidak aman," ujar Huang.

Angkatan Laut Cina, termasuk kapal induk Shandong, semakin aktif berlayar di lepas pantai timur Taiwan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Cina dapat melancarkan serangan dari arah tersebut.

Taiwan Timur adalah tempat di mana para perencana telah lama membayangkan pengelompokan kembali militer di pulau itu dan mempertahankan pasukannya selama konflik. Huang menyatakan, kapal selam tersebut dapat membantu menjaga “jalur kehidupan” pulau itu ke Pasifik, dengan menjaga pelabuhan di sepanjang pantai timur Taiwan tetap terbuka untuk pasokan jika terjadi konflik.

“Kapal selam akan menjauhkan kapalnya (Cina) dari pantai timur kita,” kata Huang.

Chieh Chung, seorang peneliti militer di lembaga pemikir Yayasan Kebijakan Nasional Taiwan, mengatakan, armada tersebut akan mengalami kesulitan dalam melakukan tugas itu. Karena Cija dapat menempatkan kapal perang di Pasifik sebelum melancarkan serangan. Chung menambahkan,  kapal selam dapat menempati titik penyergapan strategis di wilayah tersebut dan sangat membahayakan kemampuan tempur Cina, dengan menargetkan kapal-kapal bernilai tinggi seperti kelompok kapal induk atau armada pendarat.

Taiwan diam-diam dibantu 7 negara membangun kapal selam....

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement