Senin 25 Sep 2023 16:18 WIB

Secanggih Apa Kapal Selam Buatan Taiwan?

Kapal selam Taiwan akan membawa torpedo kelas berat MK-48 hingga rudal anti-kapal

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Salah satu kapal selam Taiwan akan dilengkapi sistem tempur buatan Lockheed Martin Corp dan membawa torpedo kelas berat MK-48 buatan AS
Foto: AP/Huizhong Wu
Salah satu kapal selam Taiwan akan dilengkapi sistem tempur buatan Lockheed Martin Corp dan membawa torpedo kelas berat MK-48 buatan AS

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Taiwan akan mengerahkan setidaknya dua kapal selam baru yang dikembangkan di dalam negeri pada 2027. Kapal selam itu akan dilengkapi dengan rudal, untuk memperkuat pencegahan terhadap angkatan laut Cina dan melindungi jalur pasokan utama.

Penasihat keamanan presiden,  Laksamana Huang Shu-kuang mengatakan, 10 kapal selam, termasuk dua kapal selam buatan Belanda yang ditugaskan pada tahun 1980an, akan mempersulit angkatan laut Cina untuk memproyeksikan kekuatan ke Pasifik.  

Baca Juga

“Jika kita dapat membangun kapasitas tempur ini, saya rasa kita tidak akan kalah perang,” kata Huang.

Huang mengatakan, kapal selam pertama yang dibanderol dengan harga 49,36 miliar Taiwan atau 1,54 miliar dolar AS, akan menggunakan sistem tempur buatan Lockheed Martin Corp dan membawa torpedo kelas berat MK-48 buatan AS.  Kapal ini akan memasuki uji coba laut bulan depan sebelum dikirim ke angkatan laut pada akhir 2024.

Untuk model selanjutnya, Taiwan akan memberikan ruang untuk rudal anti-kapal yang diluncurkan dari kapal selam. Namun penambahan senjata tersebut bergantung pada ketersediaan produksi di AS, yang kapasitasnya sudah terbatas. Huang menyebut kapal selam itu sebagai “pencegah strategis” terhadap kapal perang Cina yang melintasi Selat Miyako dekat barat daya Jepang atau Selat Bashi yang memisahkan Taiwan dari Filipina.

Huang mengatakan, kapal selam diesel-listrik Taiwan dapat menahan Cina dalam rangkaian pulau pertama, mengacu pada wilayah yang terbentang dari Jepang melalui Taiwan, Filipina, dan hingga Kalimantan, yang meliputi laut pesisir Cina.

“Ini juga merupakan konsep strategis militer Amerika Serikat untuk menahan mereka di rangkaian pulau pertama dan menolak akses mereka. Kalau Taiwan direbut, Jepang pasti tidak aman, Korea Selatan pasti tidak aman," ujar Huang.

Huang menyatakan, kapal selam tersebut dapat membantu menjaga “jalur kehidupan” pulau itu ke Pasifik, dengan menjaga pelabuhan di sepanjang pantai timur Taiwan tetap terbuka untuk pasokan jika terjadi konflik. “Kapal selam akan menjauhkan kapalnya (Cina) dari pantai timur kita,” kata Huang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement