Rabu 27 Sep 2023 06:27 WIB

British Museum Minta Bantuan Publik Temukan 2.000 Artefak yang Hilang

Banyak negara menuntut agar British Museum memulangkan harta karun ke negara asal.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
British Museum.
Foto: AP
British Museum.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- British Museum meluncurkan hotline publik untuk meminta bantuan menemukan sekitar 2.000 artefak yang hilang pada Selasa (26/9/2023). Mereka mengungkapkan sebagian besar artefak yang hilang adalah permata dan perhiasan Yunani dan Romawi kuno.

"Jika Anda khawatir bahwa Anda mungkin, atau pernah, memiliki barang-barang dari British Museum, atau jika Anda memiliki informasi lain yang dapat membantu kami, silakan hubungi kami," kata sebuah halaman di situs webnya yang mengiklankan surel khusus.

Baca Juga

Situs tersebut mengatakan, pihaknya hanya mengungkapkan jenis artefak yang dicuri dan mengindahkan saran ahli untuk tidak memberikan rincian lengkap. Dikatakan barang-barang yang dicuri termasuk cincin emas, anting-anting, dan perhiasan lainnya yang berasal dari zaman Yunani dan Romawi kuno serta benda-benda kecil seperti permata yang sering dimasukkan ke dalam cincin.

Museum mengatakan pada bulan lalu, pihaknya telah memecat seorang staf karena barang-barang yang dicuri, hilang, atau rusak. Peristiwa itu menunjukkan krisis yang menyoroti kegagalan internal dan menyebabkan direkturnya berhenti beberapa hari kemudian.

British Museum merupakan rumah bagi harta karun seperti Batu Rosetta dan kelereng Parthenon. Tempat ini menyimpan salah satu koleksi yang paling banyak dikunjungi di dunia dan sejak itu memperketat keamanannya.

Saat ini 60 benda kini telah dikembalikan dan 300 lainnya telah teridentifikasi. Benda-benda itu akan diserahkan kembali dalam waktu dekat.

Mereka mengatakan, sedang bekerja sama dengan kepolisian London secara aktif memantau pasar seni. British Museum pun mengaku telah mendaftarkan barang-barang yang hilang tersebut ke database Art Loss Register. Museum ini juga berkonsultasi dengan panel ahli internasional.

Tempat ini juga sedang  menghadapi tuntutan dari beberapa pemerintah. Banyak negara menuntut agar British Museum memulangkan harta karun bersejarah ke negara asalnya.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement