Kamis 28 Sep 2023 12:21 WIB

Israel Tangkap 5 Warga Palestina dengan Tuduhan Jadi Agen Mata-Mata Iran

Kelima orang itu juga dituduh terlibat dalam operasi penyelundupan senjata ke Israel.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengatakan Isreal telah menangkap lima warga Palestina karena diduga menjadi agen mata-mata Iran.
Foto: AP
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengatakan Isreal telah menangkap lima warga Palestina karena diduga menjadi agen mata-mata Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Dinas keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mengatakan, mereka telah menangkap lima warga Palestina karena diduga menjadi agen mata-mata Iran. Kelima warga Palestina tersebut juga dituduh terlibat dalam operasi penyelundupan senjata ke Israel.

Dalam keterangannya pada Rabu (27/9/2023), Shin Bet mengungkapkan, kelima warga Palestina itu direkrut oleh seorang pejabat Iran yang berdinas di Yordania. Tiga warga Palestina tinggal di Tepi Barat, sedangkan dua lainnya tinggal di Israel. Menurut Shin Bet, kelima warga Palestina tersebut ditugaskan mengumpulkan informasi intelijen tentang beberapa politisi terkemuka Israel.

Baca Juga

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir adalah salah satu politisi yang dibidik dalam operasi klandestin tersebut. Ben-Gvir dikenal sebagai tokoh anti-Arab. Dia telah beberapa kali memicu kemarahan negara-negara Arab karena mengunjungi kompleks Masjid al-Aqsha dengan membawa rombongan warga Yahudi Israel. Tindakannya itu dipandang provokatif.

Shin Bet mengungkapkan, selain Ben-Gvir, kelima warga Palestina juga diperintahkan untuk menghimpun informasi tentang Yehuda Glick, seorang aktivis sayap kanan dan mantan anggota parlemen Israel. Glick adalah pemimpin dalam kampanye yang mendorong peningkatan akses Yahudi dan hak berdoa di kompleks al-Aqsha. Dia dan sebagian kalangan umat Yahudi meyakini Al-Aqsa dibangun di atas reruntuhan kuil kuno umat Yahudi. Sejak pendudukan Israel atas Yerusalem dimulai pada 1967, orang-orang Yahudi diizinkan mengunjungi area kompleks al-Aqsha. Namun, mereka dilarang beribadah atau berdoa di sana.

Terkait Glick, seorang warga Palestina pernah berusaha membunuhnya pada 2014. Namun Glick berhasil selamat. Shin Bet mengungkapkan, operasi mata-mata oleh kelima warga Palestina berhasil dibongkar pejabat intelijen Israel. Namun ia tak merilis bukti apa pun terkait dugaan dan tuduhan terhadap kelima warga Palestina terkait. Termasuk tentang bagaimana cara mereka menghimpun informasi tentang politisi-politisi Isran yang diminta oleh Iran.

Shin Bet merilis data ketiga warga Palestina yang ditangkap di Tepi Barat. Mereka adalah Murad Kamamaja (47 tahun), Hassan Mujarimah (34 tahun), dan Ziad Shanti (45 tahun). Sementara dua warga Palestina di Israel tak dibuka identitasnya ke publik. Shin Bet mengungkapkan, kelima warga Palestina tersebut juga didakwa karena melakukan penyelundupan senjata ke Israel.

Sementara itu, Shin Bet tak mengungkap pejabat Iran di Yordania yang disebutnya merekrut kelima warga Palestina terkait. Pemerintah Iran pun belum merilis keterangan atau respons apa pun terkait tudingan Shin Bet.

Itamar Ben-Gvir sebagai salah satu politisi Israel telah angkat bicara terkait pengungkapan kasus spionase oleh lima warga Palestina. Dia mengklaim, selain menghimpun informasi, kelima tersangka juga telah bersekongkol untuk membunuh seorang menteri Israel. Namun Ben-Gvir tak mengungkap siapa menteri yang dimaksud.

Ben-Gvir menyampaikan terima kasih kepada otoritas-otoritas berwenang di Israel karena telah mengungkap dan menangkap kelima warga Palestina terkait yang disebutnya sebagai “pasukan teroris”. Ben-Gvir bersumpah akan memperkuat kebijakannya terkait perlakuan keras terhadap para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. “Saya akan terus bertindak tanpa rasa takut dan bahkan lebih bersemangat demi perubahan mendasar dalam kondisi pemenjaraan para teroris,” tulis Ben-Gvir lewat akun X-nya.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement