Sabtu 30 Sep 2023 16:49 WIB

Penjaga Pantai Italia Selamatkan 117 Orang dari Kapal Feri yang Terbakar

Kapal itu dalam perjalanan dari Pulau Lampedusa ke Porto Empedocle di Sisilia.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
 Beberapa dari 600 migran yang diselamatkan dengan kapal pukat sekitar 100 mil dari pantai Sisilia tiba di pelabuhan Catania, Italia, Rabu (12/4/2023). Kapal tersebut dikawal oleh
Foto: EPA-EFE/ORIETTA SCARDINO
Beberapa dari 600 migran yang diselamatkan dengan kapal pukat sekitar 100 mil dari pantai Sisilia tiba di pelabuhan Catania, Italia, Rabu (12/4/2023). Kapal tersebut dikawal oleh

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Penjaga pantai Italia menyelamatkan 177 orang termasuk 27 awak kapal dari sebuah kapal feri yang kebakaran. Kapal itu dalam perjalanan dari Pulau Lampedusa ke Porto Empedocle di Sisilia.

Dalam pernyataanya, Sabtu (30/9/2023) penjaga pantai Italia mengatakan penumpang kapal feri itu termasuk 83 imigran yang dipindahkan dari Lampedusa. Semua penumpang dipindahkan ke kapal penjaga pantai.

Baca Juga

Saat ini mereka dalam perjalanan menuju Porto Empedocle kecuali tiga orang. Penjaga pantai menggunakan jet air untuk memadamkan api yang muncul dari ruang mesin pada Jumat (28/9/2023).

Lampedusa, sebuah pulau kecil di Italia, mengalami gelombang migran yang besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023 saja, lebih dari 12.000 migran telah tiba di Lampedusa. Sebagian besar migran ini berasal dari Afrika Utara, seperti Tunisia dan Libya.

Ada beberapa alasan mengapa begitu banyak imigran datang ke Lampedusa. Pertama, Lampedusa adalah pulau terdekat dari Italia ke Afrika Utara, sehingga memudahkan migran untuk menyeberangi Laut Mediterania yang berbahaya. Kedua, Italia adalah negara anggota Uni Eropa, yang berarti bahwa para migran yang berhasil mencapai Lampedusa akan memiliki kesempatan untuk mengajukan suaka di Eropa.

Namun, kondisi hidup di Lampedusa bagi para migran sangatlah sulit. Para migran biasanya ditampung di pusat-pusat penahanan yang penuh sesak dan tidak higienis. Mereka juga seringkali mengalami diskriminasi dan rasisme dari penduduk setempat.

Gelombang migran di Lampedusa telah menimbulkan tantangan bagi pemerintah Italia. Pemerintah Italia telah berupaya untuk memperketat keamanan perbatasannya dan meningkatkan patroli di Laut Mediterania. Namun, upaya-upaya ini belum berhasil menghentikan arus migran yang datang ke Lampedusa.

Selain itu, pemerintah Italia juga menghadapi tekanan dari para migran dan kelompok-kelompok hak asasi manusia untuk memperbaiki kondisi hidup para migran di Lampedusa. Kelompok-kelompok ini mendesak pemerintah Italia untuk menyediakan tempat penampungan yang layak dan mempercepat proses pengajuan suaka. 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement