Senin 09 Oct 2023 20:17 WIB

Perintahkan Pengepungan Total, Menhan Israel: Tak Ada Listrik-Makanan, Semua Ditutup

Menhan Israel memerintahkan untuk pengepungan total di Gaza

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Israel bersumpah untuk melakukan pengepungan total terhadap Jalur Gaza pada Senin (9/10/2023)
Foto: EPA-EFE/HAITHAM IMAD
Israel bersumpah untuk melakukan pengepungan total terhadap Jalur Gaza pada Senin (9/10/2023)

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Israel bersumpah untuk melakukan pengepungan total terhadap Jalur Gaza pada Senin (9/10/2023). Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan, tindakan itu dilakukan karena mereka melawan binatang.

Gallant menggunakan bahasa yang tidak manusiawi untuk merujuk pada warga Gaza. "Kami memerangi para binatang dan bertindak sesuai dengan hal tersebut," ujar Yoav.

Baca Juga

Dalam upaya untuk lebih meningkatkan tekanan terhadap Hamas, Gallant memerintahkan pengepungan total terhadap Gaza. Dia mengatakan, pihak berwenang akan memutus aliran listrik dan mencegah makanan-minuman dan bahan bakar memasuki wilayah tersebut.

Israel dan Mesir telah memberlakukan berbagai tingkat blokade di Gaza sejak Hamas mengambil alih kekuasaan. Namun dalam beberapa tahun terakhir Israel hanya menyediakan listrik secara terbatas dan mengizinkan impor makanan, bahan bakar, dan barang-barang konsumsi, serta sangat membatasi perjalanan masuk dan keluar.

Setelah sekitar 48 jam pertempuran sengit di Israel, kepala juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, Israel memiliki kendali atas komunitas perbatasannya. Dia menjelaskan, ada beberapa insiden yang terjadi pada Senin pagi, hanya saja pada tahap saat ini tidak ada pertempuran di masyarakat.

Hagari menyatakan, bahwa Hamas mungkin masih berada di wilayah Israel. Sebanyak 15 dari 24 komunitas perbatasan telah dievakuasi, dan sisanya diperkirakan akan dikosongkan dalam beberapa hari mendatang.

Juru bicara Hamas Abdel-Latif al-Qanoua mengatakan sebelumnya, para pejuang kelompok tersebut terus bertempur di luar Gaza dan telah menangkap lebih banyak warga Israel pada Senin pagi. Dia menegaskan, kelompok itu bertujuan untuk membebaskan semua tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.

Hamas mengaku menahan lebih dari 130 orang yang ditangkap di Israel dan diseret ke Gaza. Sayap bersenjata Hamas mengatakan di saluran Telegram, bahwa empat dari mereka yang ditawan tewas dalam serangan udara Israel.

Warga sipil menanggung dampak perang....

sumber : AP

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement