Sabtu 14 Oct 2023 21:33 WIB

Program Pangan Dunia Gunakan Segala Cara untuk Memasukkan Makanan ke Gaza

Israel telah memblokade Jalur Gaza sejak awal pekan ini.

Warga Kota Gaza mengumpulkan beberapa harta benda saat mereka mulai mengungsi menyusul peringatan Israel akan peningkatan operasi militer di jalur Gaza, 14 Oktober 2023. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 13 Oktober telah menyerukan evakuasi seluruh warga sipil dari Gaza utara menjelang invasi darat yang diperkirakan.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Warga Kota Gaza mengumpulkan beberapa harta benda saat mereka mulai mengungsi menyusul peringatan Israel akan peningkatan operasi militer di jalur Gaza, 14 Oktober 2023. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 13 Oktober telah menyerukan evakuasi seluruh warga sipil dari Gaza utara menjelang invasi darat yang diperkirakan.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH – Israel telah melakukan blokade penuh di Jalur Gaza sejak awal pekan ini. Dengan blokade penuh Israel di Jalur Gaza, warga sipil di sana sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, kata Perwakilan dan Direktur Negara Program Pangan Dunia (WFP) di Palestina, Samer AbdelJaber, Sabtu (14/10/2023), seperti dilansir kantir berita WAFA.

Dalam sebuah wawancara dengan UN News, AbdelJaber membahas kompleksitas situasi yang unik, dan memperingatkan bahwa Israel mengancam akan menutup akses Internet pada Sabtu. Dia menekankan pentingnya koridor tanpa hambatan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan ke daerah kantong tersebut dan menyoroti dedikasi staf WFP yang tetap berada di lapangan.

Baca Juga

Sebelumnya Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell mengatakan saat konferensi pers di Cina, Jumat (13/10/2023), bahwa blokade Israel terhadap masuknya air, makanan, bahan bakar dan pasokan medis ke Jalur Gaza yang terkepung melanggar hukum internasional.

“Melakukan blokade terhadap pasokan air, makanan, bahan bakar, dan medis tidak sesuai dengan hukum internasional,” katanya ketika ditanya tentang posisi Uni Eropa terhadap keputusan Israel ini.

“Ya, ada kekhawatiran mendalam mengenai memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza, khususnya karena kekurangan air, makanan, pasokan medis, bahan bakar dan listrik.”

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement