Selasa 24 Oct 2023 08:44 WIB

AS Kirim Ahli Strategi Perang ke lsrael untuk Bantu Perencanaan Serangan Darat ke Gaza

Israel segera melancarkan serangan darat ke Gaza.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
File - Unit artileri Israel menembak ke arah Gaza di sepanjang perbatasan di Israel selatan, Rabu (11/10/2023).
Foto: EPA-EFE/ATEF SAFADI
File - Unit artileri Israel menembak ke arah Gaza di sepanjang perbatasan di Israel selatan, Rabu (11/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Pertahanan AS, Pentagon, telah mengirim penasihat militer, termasuk seorang jenderal Korps Marinir yang ahli dalam peperangan perkotaan ke Israel. Mereka dikirim untuk membantu perencanaan perangnya dan mempercepat beberapa sistem pertahanan udara canggih ke Timur Tengah beberapa hari menjelang serangan darat yang diperkirakan akan terjadi di Gaza.

Salah satu perwira yang memimpin bantuan tersebut adalah Letjen Korps Marinir James Glynn, yang sebelumnya membantu memimpin pasukan operasi khusus melawan ISIS dan bertugas di Fallujah, Irak, selama beberapa pertempuran perkotaan paling sengit di sana.

Baca Juga

Glynn juga akan memberi nasihat tentang cara mengurangi korban sipil dalam peperangan perkotaan. Israel sedang mempersiapkan operasi darat skala besar di lingkungan perkotaan padat di Gaza utara. 

"Glynn dan perwira militer lainnya yang menjadi penasihat Israel memiliki pengalaman yang sesuai dengan jenis operasi yang dilakukan Israel,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby pada Senin (23/10/2023). 

Tim militer adalah salah satu dari banyak pihak yang bergerak cepat di Pentagon untuk mencoba mencegah perang Israel dan Hamas menjadi lebih luas.  Mereka juga berupaya melindungi personel AS, yang dalam beberapa hari terakhir berulang kali mengalami serangan yang kemungkinan besar didukung oleh Iran.

"Dalam beberapa kasus, Iran secara aktif memfasilitasi serangan-serangan ini dan mendorong pihak lain yang mungkin ingin mengeksploitasi konflik demi kebaikan mereka sendiri, atau demi kebaikan Iran. Kita tahu bahwa tujuan Iran adalah untuk mempertahankan tingkat penyangkalan. Kami tidak akan membiarkan mereka melakukan itu," ujar Kirby.

Pada Senin, garnisun militer AS di an-Tanf, Suriah, kembali diserang. Kali ini oleh dua drone. Drone tersebut ditembak jatuh dan tidak ada korban luka yang dilaporkan. 

Ini adalah serangan terbaru dari puluhan kali serangan dalam seminggu terakhir yang menyasar militer AS di Timur Tengah. Pangkalan militer AS menjadi sasaran serangan roket atau drone sejak ledakan mematikan di sebuah rumah sakit di Gaza.

Pada Kamis (19/10/2023) lalu kapal perusak USS Carney menembak jatuh empat rudal jelajah serangan darat yang diluncurkan dari Yaman. Menurut Pentagon, rudal ini berpotensi mengarah ke Israel.

Sebagai tanggapan, pada akhir pekan Pentagon mengirim beberapa batalyon sistem pertahanan rudal Patriot dan sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi ke Timur Tengah. Pentagon juga memposisikan kembali kelompok penyerang Eisenhower ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.  Kapal tersebut sebelumnya sedang dalam perjalanan menuju Mediterania Timur.

Pergeseran ini berarti bahwa Angkatan Laut akan memiliki kelompok kapal induk di lepas pantai Israel, yaitu kelompok kapal induk Ford. Termasuk satu kapal lagi, Eisenhower, yang berpotensi bermanuver untuk membela pasukan AS dan Israel dari Laut Merah atau Teluk Oman.

AS juga telah menyarankan para pejabat Israel untuk mempertimbangkan penundaan serangan darat. Hal itu akan memberikan lebih banyak waktu bagi AS untuk bekerja sama dengan mitra regionalnya dalam membebaskan lebih banyak sandera. 

Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim mencatat, AS berhasil memenangkan pembebasan dua tawanan, Judith dan Natalie Raanan atas bantuan mediasi Qatar dengan Hamas.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement