Sabtu 28 Oct 2023 06:01 WIB

Serangan AS ke Suriah Timur 'Panasi' Perang Agar Meluas

Serangan AS ke Suriah bisa memperluas perang Israel-Palestina

Rep: Amri Amrullah / Red: Esthi Maharani
Jet militer Rusia melecehkan drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di langit Suriah.
Foto: AP
Jet militer Rusia melecehkan drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di langit Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menyerang situs-situs Iran dan pro-Iran di Suriah, dalam sebuah aksi yang dikatakannya "terpisah dan berbeda" dari perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung. Namun alih alih berusaha memisahkan serangannya dengan perang Israel-Hamas, Iran melihat langkah AS ini justru menunjukkan keterlibatan untuk memperluas perang Israel-Hamas di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian secara tegas pada hari Kamis (26/10/2023), dalam sebuah sidang darurat Majelis Umum PBB menyatakan bahwa AS "tidak akan terhindar dari api ini" jika membiarkan perang di Gaza tidak kunjung usai. Pesan Iran itu, sekaligus mengingatkan AS agar tak ikut campur di kawasan Timur Tengah, sebagaimana Iran menahan diri tak ikut dalam aksi militer langsung.

Baca Juga

Awal pekan ini, menteri tersebut mengatakan bahwa Iran telah menerima dua pesan dari AS, meskipun ia tidak mau mengatakan bagaimana atau kapan pesan-pesan tersebut disampaikan. Pesan pertama mengatakan bahwa AS tidak tertarik pada perluasan konflik yang lebih luas, sementara pesan kedua mendesak Iran dan mitranya untuk menahan diri.

Namun pada Kamis, AS melakukan serangan udara yang menargetkan dua fasilitas yang terkait dengan milisi yang didukung Iran di Suriah timur. Informasi ini, menurut sebuah pernyataan dari Menteri Pertahanan Lloyd Austin, menyusul serangkaian serangan pesawat tak berawak dan roket terhadap pasukan AS di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut menyebut bahwa fasilitas-fasilitas tersebut telah digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengannya. Serangan-serangan tersebut, yang dilakukan oleh sepasang jet tempur F-16 yang menggunakan amunisi berpemandu presisi, menargetkan sebuah fasilitas penyimpanan senjata dan amunisi di Abu Kamal di dekat perbatasan antara Suriah dan Irak. 

AS berusaha keras untuk mengatakan bahwa aksi semalam di Suriah timur tidak terkait dengan apa yang sedang terjadi di Gaza. Alasan Washington, bahwa hal itu tidak dilakukan dalam koordinasi dengan Israel, dan itu adalah tindakan yang sepenuhnya terpisah untuk membela diri.

"Pangkalan AS yang terpencil di perbatasan antara Suriah dan Irak telah diserang 19 kali dalam beberapa hari terakhir oleh milisi yang didukung Iran," kata Pentagon berkelit.

Terlepas dari apa yang dikatakan Pentagon, hal ini akan dilihat sebagai bagian dari tindakan AS di wilayah tersebut yang dianggap mendukung Israel.

AS sudah dianggap di sebagian besar dunia Arab sebagai sekutu dekat Israel, sehingga pangkalan-pangkalan AS dalam keadaan siaga tinggi.

Salah satu alasan mengapa AS meminta Israel untuk menghentikan sementara serangan darat ke Gaza adalah karena Israel membutuhkan lebih banyak waktu untuk menempatkan pertahanan udaranya di pangkalan-pangkalan, untuk mengantisipasi serangan-serangan milisi yang didukung oleh Iran.

AS memiliki beberapa pangkalan udara di Timur Tengah, hampir di semua negara Teluk, dan mereka berada dalam kondisi siaga yang cukup tinggi untuk mengantisipasi serangan di kemudian hari.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement