Ahad 05 Nov 2023 20:45 WIB

Warga Israel Marah, Geruduk Kediaman Netanyahu

Lebih dari tiga perempat warga Israel percaya Netanyahu harus mengundurkan diri.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu speaks during a press conference with Defense Minister Yoav Gallant and Cabinet Minister Benny Gantz in the Kirya military base in Tel Aviv, Israel, Saturday, Oct. 28, 2023.
Foto: AP Photo/Abir Sultan
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu speaks during a press conference with Defense Minister Yoav Gallant and Cabinet Minister Benny Gantz in the Kirya military base in Tel Aviv, Israel, Saturday, Oct. 28, 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Polisi menahan pengunjuk rasa di luar kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sabtu (4/11/2023). Massa mengibarkan bendera Israel berwarna biru dan putih, sambil meneriakkan “Penjara sekarang!” kemudian menerobos penghalang polisi di sekitar kediaman Netanyahu di Yerusalem.

Protes tersebut menggarisbawahi meningkatnya kemarahan publik terhadap para pemimpin politik dan keamanan mereka. Jajak pendapat menunjukkan lebih dari tiga perempat warga Israel percaya Netanyahu harus mengundurkan diri.

Baca Juga

Netanyahu sejauh ini belum mengakui dia bertanggung jawab atas kegagalan serangan mengejutkan Hamas ke Israel dan menyandera sedikitnya 240 orang. Ketika guncangan awal telah mereda, kemarahan masyarakat pun meningkat.

Banyak keluarga para sandera yang ditahan di Gaza sangat kritis terhadap tanggapan pemerintah dan menyerukan agar kerabat mereka dibawa pulang. Di Tel Aviv, ribuan orang berdemonstrasi, mengibarkan bendera dan memegang foto beberapa tawanan di Gaza dan poster-poster dengan slogan-slogan seperti "Bebaskan para sandera sekarang bagaimanapun caranya" sementara massa meneriakkan, "Bawa mereka pulang sekarang".

Seorang warga Israel, Ofri Bibas-Levy mengatakan keluarganya diculik oleh Hamas. Saudara laki-laki Bibas-Levy bersama putranya yang berusia empat tahun, Ariel dan putranya yang berusia 10 bulan, Kfir telah disandera.

Kami tidak tahu di mana mereka...

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement