Sabtu 11 Nov 2023 19:10 WIB

Abu Ubaida, Pentolan Brigade Al-Qassam yang Jadi Simbol Perlawanan Terhadap Israel

Saat tampil di depan publik Abu Ubaida selalu menutupi wajahnya dengan kain keffiyeh.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Pejuang brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas.
Foto: EPAEPA-EFE/MOHAMMED SABER
Pejuang brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas.

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA – Sejak peperangan di Jalur Gaza pecah pada 7 Oktober 2023 lalu, sosok Abu Ubaida, yakni juru bicara (jubir) Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas), kerap muncul dalam tayangan video untuk memberitahukan perkembangan pertempuran. Sosoknya kini telah menjadi simbol perlawanan terhadap Israel.

Kendati demikian, belum diketahui siapa sejatinya Abu Ubaida. Setiap kemunculannya dalam video, Abu Ubaida selalu membalut seluruh wajahnya, kecuali matanya, menggunakan keffiyeh merah, kain yang identik dengan perjuangan Palestina.

Baca Juga

Nama “Abu Ubaida” sendiri bukan nama sebenarnya. Nama tersebut diadopsi dari nama sahabat Nabi Muhammad SAW, yakni Abu Ubaida, yang menerima Islam setelah Abu Bakar. Pada masa kehidupan Nabi Muhammad, Abu Ubaida digambarkan sebagai “Amin” atau penjaga golongan Nabi Muhammad.

Dikutip laman Asharq Al-Awsat, sosok Abu Ubaida dikenal pertama kali pada 2002 sebagai salah satu petugas lapangan Brigade Al-Qassam. Dia mengemban tugas untuk memberikan keterangan kepada hampir semua awak media.

Tak berbeda dengan penampilan publiknya sekarang, sejak 2002 Abu Ubaida juga telah mengenakan kain keffiyeh untuk menutupi wajahnya.

Ketika Israel menarik diri dari Jalur Gaza pada 2005, Abu Ubaida secara resmi ditunjuk sebagai jubir Brigade Al-Qassam. Abu Ubaida diyakini berasal dari kota Naalia di Gaza. Kota tersebut diduduki Israel pada 1948.

Kediaman Abu Ubaida pernah menjadi sasaran pengeboman Israel ketika perang berkecamuk di Gaza pada 2008, 2012, dan 2014. Rumah Abu Ubaida, yang saat ini diyakini berada di Jabalia, juga dihantam agresi terbaru Israel.

Pada 2014, Abu Ubaida pernah mengumumkan penculikan tentara Israel bernama Shaul Aron di tengah konfrontasi darat. Sebelumnya Abu Ubaida memiliki akun Twitter (saat ini X) dan Facebook.

Namun kedua akunnya telah ditutup. Saat ini Abu Ubaida mempublikasikan pesan-pesannya, termasuk pernyataan videonya, di situs resmi Brigade Al-Qassam dan saluran bernama “Al-Aqsa” di aplikasi perpesanan Telegram. Berbagai media mengambil video-video tersebut untuk kemudian dipublikasikan di platformnya masing-masing. 

Israel Tahu Identitas Abu Ubaida

Belum lama ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim mengetahui identitas Abu Ubaida. Menurut IDF, nama asli Abu Ubaida adalah Hudhaifa Kahlout. IDF pun sempat merilis wajah pria yang diyakininya sebagai sosok Abu Ubaida.

“Ini adalah Hudhaifa Kahlout, yang bersembunyi di balik nama samaran Abu Ubaida, dan di balik keffiyeh merahnya, sama seperti Hamas bersembunyi di balik bangunan sipil untuk meluncurkan roket ke arah Israel,” tulis Jubir IDF Avichay Adraee seraya mengunggah foto seorang pria berkebangsaan Arab, berambut pendek, berkumis, dan bercambang bauk, dikutip laman Times of Israel, 25 Oktober 2023 lalu.

“Dia (Abu Ubaida) dan para pemimpin Hamas-ISIS lainnya suka bersembunyi di dalam terowongan dan di belakang perempuan dan anak-anak, serta di balik topeng dan bayangan. Hudhaifa Kahlout, Anda telah ketahuan. Ini saatnya untuk membuka penutup wajahnya,” kata Adraee menambahkan.

Baik Hamas maupun Brigade Al-Qassam tak merilis pernyataan menanggapi klaim pengungkapan identitas Abu Ubaida oleh IDF.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement