Selasa 21 Nov 2023 08:36 WIB

PBB: 1,7 Juta Orang di Gaza Dipaksa Mengungsi

Israel berulang kali memerintahkan warga Palestina untuk meninggalkan Gaza utara

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Warga Palestina yang mengungsi akibat pemboman Israel di Jalur Gaza mengantri untuk mendapatkan air di kamp pengungsian PBB di kota selatan Khan Younis, Jalur Gaza, Ahad, (19/11/2023).
Foto: AP Photo/Fatima Shbair
Warga Palestina yang mengungsi akibat pemboman Israel di Jalur Gaza mengantri untuk mendapatkan air di kamp pengungsian PBB di kota selatan Khan Younis, Jalur Gaza, Ahad, (19/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- PBB mengatakan sekitar 1,7 juta orang atau tiga perempat populasi Gaza terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Sebanyak 900 ribu orang berdesak-desakan di tempat penampungan yang didirikan PBB.

Israel berulang kali memerintahkan warga Palestina untuk meninggalkan Gaza utara dan mengungsi di selatan. Tapi kini Israel juga membombardir wilayah Gaza selatan.

Baca Juga

Pada Senin (20/11/2023) staf rumah sakit warga setempat mengatakan serangan di kamp pengungsian Nuseirat dan Bureij menewaskan 40 orang. Sementara lusinan lainnya masih tertimbun puing-puing.

Pada awal pekan ini Kementerian Kesehatan Palestina di Tepi Barat juga mengatakan lebih dari 12.7000 orang Palestina termasuk lebih dari 3.000 anak-anak dan 3.250 perempuan tewas di Gaza. Angka kematian perempuan naik sangat signifikan dari hari sebelumnya yang sebanyak 1.200. Kementerian belum dapat dihubungi untuk menjelaskan hal ini.

Selama 10 hari terakhir pejabat pemerintah Palestina mengumumkan angka-angka kematian dan luka secara sporadis. Mereka mengatakan kesulitan melakukan penghitungan karena masalah jaringan komunikasi. Kementerian Kesehatan di Tepi Barat berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.

Para pejabat di sana mengatakan bahwa 4.000 orang lainnya masih hilang dan diyakini tertimbun reruntuhan. Jumlah korban tewas dan hilang yang mereka hitung tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan. Israel mengatakan telah menewaskan ribuan militan.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement