Kamis 23 Nov 2023 06:55 WIB

Uni Eropa: Israel tidak Boleh Kebal Kritik

Dunia Internasional harus membela hak warga Palestina untuk memiliki negara.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell pada Rabu (22/11/2023) menekankan bahwa Israel tidak boleh kebal dari kritik.
Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell pada Rabu (22/11/2023) menekankan bahwa Israel tidak boleh kebal dari kritik.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL -- Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell, pada Rabu (22/11/2023), menekankan bahwa Israel tidak boleh kebal dari kritik. Berbicara di depan Parlemen Eropa, Borrell mengatakan, pengeboman Israel di Gaza telah menciptakan bencana kemanusiaan skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami melihat bagaimana pengeboman di Gaza telah menciptakan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun bukan bencana kemanusiaan yang disebabkan oleh alam, melainkan bencana yang disebabkan oleh ulah manusia yang memutus akses masyarakat terhadap barang-barang kebutuhan pokok.  PBB sendiri menggambarkannya sebagai pembantaian," ujar Borell, dilaporkan Anadolu Agency.

Baca Juga

Borell mengatakan, seharusnya dunia internasional merasa marah atas apa yang terjadi pada warga sipil di Gaza dan Tepi Barat. Menurutnya, dunia Internasional harus bisa membela hak warga Palestina untuk memiliki negara tanpa dianggap antisemit.

“Kebijakan pemerintah mana pun, termasuk Israel, dapat dikritik,” ujar Borell.

Borell mengatakan, Pengadilan Kriminal Internasional sudah dalam proses menyelidiki apa yang terjadi di Tepi Barat dan Gaza. Borrell menambahkan, Israel juga harus memenuhi kewajiban hukumnya.

"Uni Eropa sangat khawatir dengan serangan terhadap warga sipil Palestina yang dilakukan oleh pemukim Yahudi di Tepi Barat," ujar Borell.

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza. Lebih dari 14.128 warga Palestina, termasuk 5.840 anak-anak dan 3.920 wanita terbunuh dalam serangan itu. Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid, dan gereja, juga rusak atau hancur akibat serangan udara dan darat Israel.

Borrell mengatakan, pembentukan negara Palestina akan menjadi cara terbaik untuk menjamin keamanan Israel. Borrell mengadakan pertemuan melalui panggilan video dengan para menteri luar negeri dari 27 negara Uni Eropa setelah melakukan tur ke Timur Tengah untuk membicarakan serangan Israel di Gaza.

“Saya pikir jaminan terbaik bagi keamanan Israel adalah pembentukan negara Palestina,” kata Borrell, dilaporkan Alarabiya, Selasa (21/11/2023).

Borrell menegaskan, Israel tidak boleh menduduki Gaza setelah konflik saat ini berakhir. Menurutnya, kendali atas wilayah Gaza harus diserahkan kepada Otoritas Palestina.

“Meskipun ada tantangan besar, kita harus memajukan refleksi kita mengenai stabilisasi Gaza dan negara Palestina di masa depan,” kata Borell.

Borrell mengatakan, dalam jangka pendek ada rasa urgensi atas situasi kemanusiaan yang menyedihkan di Gaza. “Resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penghentian sementara kegiatan kemanusiaan merupakan sebuah langkah maju yang besar, namun kita harus memastikan penerapannya secara cepat,” kata pejabat Uni Eropa tersebut.

Kekhawatiran besar lainnya adalah kemungkinan perang ini akan semakin memperburuk situasi di Tepi Barat dan menyeret aktor-aktor lain di Timur Tengah. “Mengingat meningkatnya kekerasan ekstremis dan pemukim terhadap warga Palestina, terdapat risiko nyata bahwa situasi dapat meningkat,” kata Borrell.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement