Senin 27 Nov 2023 18:28 WIB

Menlu Cina akan Pimpin Pertemuan Dewan Keamanan PBB Soal Perang Gaza

Pertemuan DK PBB soal perang Gaza akan digelar pada Rabu pekan ini.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Menlu Cina Wang Yi akan memimpin pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai perang di Gaza pada Rabu (29/11/2023).
Foto: AP Photo/Ken Ishii
Menlu Cina Wang Yi akan memimpin pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai perang di Gaza pada Rabu (29/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin mengatakan Menteri Luar Negeri Wang Yi ke New York. Diplomat tertinggi Cina itu akan memimpin pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai perang di Gaza pada Rabu (29/11/2023).

Saat ini Cina saat ini memegang jabatan presiden Dewan Keamanan. "Cina berharap bahwa dengan mengadakan pertemuan tingkat tinggi ini, kita dapat berkontribusi untuk mengurangi krisis kemanusiaan di Gaza, mewujudkan gencatan senjata dan penghentian permusuhan, melindungi warga sipil dan pada akhirnya mendorong penyelesaian yang komprehensif, adil dan langgeng atas masalah Palestina melalui solusi dua negara," kata Wang Wenbin Senin (27/11/2023).

Baca Juga

Pemerintah Cina bergabung dengan negara-negara Arab dalam menyerukan gencatan senjata ketika Israel melancarkan serangan balasan sebagai tanggapan atas serangan dan penyanderaan Hamas. Kelompok perjuangan Palestina itu telah membebaskan beberapa sandera selama gencatan senjata yang dimulai pada Jumat (24/11/2023) sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina oleh Israel.

"Langkah menuju perdamaian, sekecil apa pun, harus didorong, dan kesulitan dalam melindungi warga sipil, betapapun menakutkannya, harus diatasi," kata Wang Wenbin tentang pembebasan sandera dan tahanan.

"Kami telah berulang kali menekankan bahwa kekerasan tidak dapat menciptakan keamanan yang nyata dan penggunaan kekerasan tidak dapat membawa perdamaian yang abadi."

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement