Jumat 08 Dec 2023 06:55 WIB

Setengah Juta Orang Tinggalkan Israel Sejak Perang Gaza Pecah

370 ribu orang meninggalkan Israel dalam dua bulan terakhir.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
 Pnumpang berjalan dengan barang bawaan mereka di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, Israel.
Foto: AP/Ariel Schalit
Pnumpang berjalan dengan barang bawaan mereka di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Hampir setengah juta warga Israel telah meninggalkan negaranya sejak pecahnya konflik Gaza pada 7 Oktober. Konflik Gaza juga telah mengurangi imigrasi ke Israel secara signifikan.

Otoritas Kependudukan dan Imigrasi memperkirakan, 370 ribu orang meninggalkan Israel dalam dua bulan terakhir. Menurut laporan majalah Israel Zman, sebanyak 230.309 pada Oktober dan 139.839 pada November. 

Baca Juga

Sekitar 600 ribu warga Israel bepergian ke luar negeri untuk berlibur sebelum pecahnya perang Gaza. Sementara hampir 370 ribu lainnya berangkat setelah konflik.

Hampir 301,982 orang Israel kembali ke Israel pada Oktober dan 194,016 pada November. “Angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah warga Israel yang pergi dan tidak kembali diperkirakan sekitar 470 ribu orang,” kata laporan Zman.

“Oleh karena itu, terdapat migrasi negatif sekitar setengah juta orang, dan ini belum termasuk ribuan pekerja asing, pengungsi, dan diplomat yang meninggalkan negara tersebut,” ujarnya. 

Menurut data yang dirilis Kementerian Aliyah dan Integrasi, sekitar 2.000 orang berimigrasi ke Israel antara 7 Oktober hingga 29 November .“Jumlah ini setara dengan hampir 1.000 imigran per bulan, dibandingkan dengan rata-rata sekitar 4.500 imigran per bulan sejak awal tahun ini hingga pecahnya perang, yang mencerminkan penurunan lebih dari 70 persen,” kata surat kabar Israel tersebut.

Pada minggu-minggu pertama perang Gaza, imigrasi ke Israel hampir terhenti. Tel Aviv hanya menerima 1.096 imigran yang tiba di Israel pada Oktober.

Israel melanjutkan serangan militernya di Jalur Gaza pada 1 Desember setelah berakhirnya jeda kemanusiaan selama seminggu dengan kelompok Palestina Hamas. Setidaknya 16.248 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 43.616 lainnya terluka dalam serangan udara dan darat yang tiada henti di wilayah kantong tersebut sejak 7 Oktober menyusul serangan lintas batas oleh Hamas. Korban tewas Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement