Selasa 12 Mar 2024 08:20 WIB

Menlu Polandia: Pasukan NATO Sudah Ada di Ukraina

Sikorski menghargai inisiatif Macron mengenai kemungkinan pengiriman pasukan.

Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan yang rusak setelah serangan rudal di Kyiv (Kiev), Ukraina, (2/1/2024), di tengah invasi Rusia.
Foto: EPA-EFE/SERGEY DOLZHENKO
Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan yang rusak setelah serangan rudal di Kyiv (Kiev), Ukraina, (2/1/2024), di tengah invasi Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski pada Ahad (10/3/2024) mengungkapkan, tentara NATO sudah hadir di Ukraina, tanpa memberikan perincian lebih lanjut. "Tentara NATO sudah hadir di Ukraina," kata Sikorski dalam konferensi peringatan 25 tahun keanggotaan Polandia di NATO.

Sikorski mengucapkan itu sambil mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada perwakilan negara-negara anggota NATO yang diduga telah mengirim pasukan mereka ke Ukraina, tetapi menolak untuk menjelaskan lebih lanjut jumlah pasukan tersebut dan negara asal mereka. Setelah konferensi mengenai Ukraina yang diselenggarakan di Paris pada 26 Februari 2024, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan para pemimpin Barat telah membahas kemungkinan pengiriman pasukan ke Ukraina.

Baca Juga

"Meskipun tidak ada konsensus yang dicapai mengenai hal ini, tidak ada satu kemungkinan pun yang dapat dikesampingkan," lanjut Macron. Pada Jumat (8/3/2024), Sikorski mengatakan, kehadiran pasukan NATO di Ukraina bukanlah hal yang tidak terpikirkan, dan menambahkan bahwa dia menghargai inisiatif Macron mengenai kemungkinan pengiriman pasukan Barat ke Ukraina.

Sementara itu, Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan Polandia perlu membangun bandara besar untuk pemindahan pasukan NATO. Negara-negara Barat telah memberikan bantuan militer dan keuangan ke Kiev sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina pada Februari 2022.

Kremlin secara konsisten memperingatkan agar NATO tidak melanjutkan pengiriman senjata ke Kiev, dengan mengatakan hal itu akan menyebabkan eskalasi konflik lebih lanjut. Pada April 2022, Rusia mengirimkan nota diplomatik ke seluruh negara NATO mengenai masalah pasokan senjata ke Ukraina. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga telah memperingatkan bahwa setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah serangan Rusia.

 

sumber : Antara, Sputnik
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement