Kamis 21 Mar 2024 11:28 WIB

Komisi EU: Harus Ada Langkah Konkret untuk Bantu Anak Palestina

Anak-anak adalah pihak yang paling menderita di semua perang.

Seorang anak laki-laki menyaksikan warga Palestina mencari orang hilang di bawah reruntuhan rumah keluarga Al Hajj yang hancur akibat serangan udara Israel, di kamp pengungsi Al Nusairat, Jalur Gaza s
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Seorang anak laki-laki menyaksikan warga Palestina mencari orang hilang di bawah reruntuhan rumah keluarga Al Hajj yang hancur akibat serangan udara Israel, di kamp pengungsi Al Nusairat, Jalur Gaza s

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kepresidenan Belgia di Uni Eropa dan Komisi Eropa pada Rabu (20/3/2024) menyerukan aksi atas situasi kemanusiaan yang memburuk dan terus berlanjut yang dialami anak-anak di Jalur Gaza. Dalam pernyataan gabungan, presidensi Belgia dan Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa sampai 70 persen warga Palestina yang tewas adalah perempuan dan anak-anak, dengan lebih dari 11.682 anak-anak dilaporkan luka-luka, dan ribuan lainnya hilang.

"Situasi ini menyebabkan banyak anak menderita trauma psikologis. UNICEF memperkirakan lebih dari satu juta anak-anak membutuhkan dukungan psikologis," kata pernyataan itu. Menekankan bahwa anak-anak adalah pihak yang paling menderita di semua perang, tetapi hukum internasional harus dihormati, mereka mengatakan harus ada "pembebasan tanpa syarat bagi semua anak-anak yang ditahan oleh Hamas."

Baca Juga

"Kami menyerukan jeda kemanusiaan segera dan jangka panjang yang akan mengarah pada gencatan senjata berkelanjutan dan pembebasan segera dan tanpa syarat semua sandera yang ditahan oleh Hamas, khususnya anak-anak, dan penyediaan bantuan kemanusiaan," tambah mereka.

 

 

sumber : Antara, Anadolu

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement