Sabtu 23 Mar 2024 22:11 WIB

Korban Tewas Akibat Penembakan di Moskow Bertambah Jadi 133 Orang

Setidaknya tiga pria yang berpakaian kamuflase memasuki aula konser dan menembak.

Seorang petugas medis berdiri di dekat ambulans yang diparkir di luar gedung Balai Kota Crocus yang terbakar di tepi barat Moskow, Rusia, Jumat, (22/3/2024).
Foto: AP
Seorang petugas medis berdiri di dekat ambulans yang diparkir di luar gedung Balai Kota Crocus yang terbakar di tepi barat Moskow, Rusia, Jumat, (22/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Jumlah korban tewas dalam serangan teroris di gedung konser Crocus City Hall dekat Moskow, Rusia, telah bertambah menjadi 133 orang, kata Komite Penyelidikan Rusia pada Sabtu (23/3/2024).

"Operasi pencarian korban masih berlangsung," kata komite itu di aplikasi pesan Telegram.

Baca Juga

Serangan yang diikuti oleh kebakaran besar itu terjadi pada Jumat (22/3/2024) malam di gedung konser tersebut, yang berada di Kota Krasnogorsk dekat Moskow.

Seorang koresponden Sputnik yang menyaksikan serangan itu melaporkan bahwa setidaknya tiga pria yang berpakaian kamuflase memasuki aula konser, menembaki orang-orang dari jarak dekat, dan melemparkan bom.

Margarita Simonyan, pemimpin redaksi kelompok media RT dan Rossiya Segodnya, mengatakan angka kematian sudah mencapai 143 orang. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan 11 orang telah ditahan terkait serangan itu, termasuk empat orang yang bertanggung jawab langsung.

Keempatnya ditahan di wilayah Bryansk yang berbatasan dengan Ukraina dalam selang waktu beberapa jam.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin pada Sabtu (23/3/2024) memerintahkan pemberian uang santunan senilai 3 juta rubel (sekitar Rp 514 juta) untuk setiap keluarga korban tewas dalam serangan teroris di gedung Crocus City Hall.

“Bayarkan (santunan) sebesar 3 juta rubel bagi setiap orang yang meninggal kepada keluarga korban akibat aksi teroris di gedung konser Crocus City Hall pada 22 Maret 2024," demikian bunyi perintah yang ditandatangani Sobyanin.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement