Senin 29 Apr 2024 16:15 WIB

DK PBB Suarakan Keprihatinan atas Kekerasan di Fashir, Sudan

Dewan secara khusus menekankan pentingnya menjaga perdamaian di Fashir.

Suasana tempat belajar mengaji bagi anak-anak di selatan Kota Darfur, Sudan.
Foto: Mohamed Nureldin Abdallah/Reuters
Suasana tempat belajar mengaji bagi anak-anak di selatan Kota Darfur, Sudan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyuarakan kekhawatiran mengenai meningkatnya kekerasan di Fashir, sebuah kota di negara bagian Darfur Utara, Sudan. Melansir Kantor Berita Turki, Anadolu, Ahad, (28/4/2024), Dewan Keamanan menekankan potensi konsekuensi dari setiap serangan terhadap kota tersebut yang saat ini menampung sejumlah besar pengungsi internal.

Dewan juga mendesak militer dan Pasukan Dukungan Cepat untuk meredakan ketegangan dan memenuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional. Dewan secara khusus menekankan pentingnya menjaga perdamaian di Fashir.

Baca Juga

Meskipun ada upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik, termasuk mediasi oleh Arab Saudi, Amerika Serikat dan Mesir, serta inisiatif dari organisasi-organisasi regional, konflik yang berkepanjangan di Sudan telah menyebabkan banyak korban jiwa, pengungsian dan krisis kemanusiaan yang mengerikan.

PBB pada Jumat (26/4/2024) telah mengeluarkan peringatan keras tentang meningkatnya situasi di El Fasher, ibu kota Darfur Utara di Sudan, dan mengatakan wilayah tersebut sudah berada di ambang kelaparan. "Kami menerima laporan yang semakin mengkhawatirkan tentang eskalasi ketegangan yang dramatis antara aktor-aktor bersenjata di El Fasher, Darfur Utara," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Dujarric mengatakan, pasukan paramiliter "Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dilaporkan mengepung El Fasher. Hal ini menunjukkan bahwa langkah terkoordinasi untuk menyerang kota itu mungkin akan segera terjadi."

Dia juga mengatakan bahwa Pasukan Bersenjata Sudan (SAF) sedang memposisikan diri mereka, meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi skala besar.

sumber : Antara, Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement