Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Mahathir Mohamad Jadi PM Sekaligus Menteri Pendidikan

Jumat 18 May 2018 00:01 WIB

Rep: Winda Destiana Putri/ Red: Bilal Ramadhan

Mahathir Mohamad

Mahathir Mohamad

Foto: AP Photo/Andy Wong
Setelah bebas, Anwar Ibrahim jadi anggota Dewan Kepresidenan Pakatan Harapan

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengumumkan pada hari ini bahwa ia juga akan menjadi menteri pendidikan Malaysia. Kemudian ia menunjuk Deputi PM Wan Azizah Wan Ismail merangkap sebagai Menteri Perempuan dan Kesejahteraan.

"Kami akan berusaha mendapatkan 13 menteri baru untuk dilantik pada Senin jika mendapatkan persetujuan Istana," kata Mahathir dalam konferensi pers seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (17/5).

Mahathir, 92 tahun, sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia pada 1974 sebelum menjadi Deputi PM pada 1976. "Saya ingin menjadi menteri pendidikan karena banyak orang tak berpendidikan di negara ini," kata dia.

"Tapi selain itu, saya pikir cara mengajar kita sudah ketinggalan zaman. Hari ini dengan komputer dan hal-hal lain, kemudian esok, kita harus menyusun cara-cara mengajar yang baru."

Pekan lalu, Mahathir menunjuk Lim Guan Eng sebagai menteri keuangan, Muhyiddin Yassin sebagai menteri dalam negeri dan Mohammad Sabu sebagai menteri pertahanan. Lim adalah menteri keuangan etnis Cina pertama di Malaysia lebih dari empat dekade.

Adapun Anwar Ibrahim, setelah dibebaskan dari penjara akan menjadi anggota Dewan Kepresidenan Pakatan Harapan. "Dewan Kepresidenan akan memiliki badan yang lebih kecil, enam orang. Kami akan menyertakan Datuk Seri Anwar," kata Mahathir.

"Jadi, enam orang ini akan lebih sering bertemu dan ketika ada masalah mereka bisa cepat mengambil tindakan," kata dia menambahkan.

Dia juga mengumumkan bahwa kepala Komisi Anti-Korupsi Malaysia yang baru adalah Mohd Shukri Abdull. Sebuah satuan tugas, yang melibatkan menteri pertahanan dan menteri dalam negeri, akan menyelidiki masalah-masalah masyarakat, perempuan dan adat. Ini akan dibentuk dan dipimpin oleh Mahathir sendiri.

Ketika ditanya tentang pencarian polisi di properti terkait dengan mantan perdana menteri Najib Razak, Mahathir mengatakan: "Saya kira polisi memiliki cukup alasan untuk menggeledah (rumah Najib), saya juga belum menerima informasi apa pun."

Pada pertemuannya dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada hari Sabtu, Mahathir mengatakan tidak ada topik untuk dibicarakan. Ia dan Lee akan berdiskusi dan jika dia mengangkat masalah apa pun, ia akan mendiskusikannya.

"Tetapi pada saat ini, saya masih berusaha mencari tahu masalah-masalah tertentu yang masih belum kami selesaikan, jadi saya tidak bisa memberi tahu Anda apa yang akan kami diskusikan dengan Lee Hsien Loong," tutupnya.

Baca Juga: Malaysia Bentuk Komite Selidiki Kasus Korupsi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES